Trik Tetap Sehat Meski Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Ilustrasi makanan cepat saji.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Makanan cepat saji selalu diasosiasikan dengan makanan tidak sehat yang menjadi memicu berbagai penyakit. Itulah sebabnya mereka disebut dengan sebutan junk food atau nirnutrisi. Meski begitu, makanan ini juga tidak bisa sepenuhnya kita hindari. Salah satu cara untuk dapat menikmati makanan cepat saji tanpa rasa khawatir adalah dengan membuat kombinasi yang lebih sehat.

Lalu, bagaimana caranya?

Anda tentu saja perlu membatasi porsi dan konsumsi gula, garam serta minyak.

"Kalau kita melihat pada piramida makanan, semua makanan itu bagus asalkan diperhatikan porsinya. Yang perlu kita batasi adalah gula, garam, dan minyak. Kalau junk food misalnya burger, di dalamnya ada roti sebagai karbohidrat, kemudian ada patty beef sebagai protein, ada tambahan mayonais sebagai lemak, dan keju sebagai protein dan kalsium. Lalu apa yang kurang? Yaitu sayurannya," ujar pakar nutrisi Sari Sunda Bulan di acara Nestle Healthy Kids di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Yang lebih membuat bahaya adalah setelah memakan burger kemudian merasa kurang kenyang, lalu di rumah makan lagi sehingga membuat konsumsi makanan berlebihan.

Lebih lanjut, Sari mengatakan bahwa hal yang membuat makanan ini disebut junk food adalah karena kekurangan mikro nutrisi. Jadi, dalam satu porsi tidak dilengkapi dengan buah dam sayur.

"Kita tidak mungkin steril dari junk food, tapi kita bisa memilih kalau sudah ayam goreng, kentangnya pilih yang dipanggang. Minumannya pilih yang plain water," ucapnya menambahkan.

Selain itu, ketika memilih camilan juga perhatikan kandungan garamnya dalam label yang biasa dituliskan sebagai natrium. Natrium ini maksimal adalah 2.400 gram, dan gula maksimal 50 gram atau sama dengan lima sendok makan.