Lima Makanan Kuno yang Kembali Populer

Kimchi.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Ketika berbicara tentang makanan sehat, semua makanan yang terkesan lama seolah menjadi baru. David Katz, MD Direktur Pusat Riset Pencegahan di Univestas Yale  mengatakan, "Sesuatu yang telah familiar dengan manusia dalam waktu yang lama memengaruhi cara kita beradaptasi.”

Dilansir dari Huffington Post, berikut adalah lima makanan kuno, yang baru-baru ini menjadi naik kembali, dan memiliki sejumlah manfaat tambahan. Makanan super ini bermanfaat bagi tubuh dan menurunkan risiko penyakit serta meningkatkan  kesehatan pencernaan, hingga membuat tubuh tetap langsing.

Kombucha

Beberapa peneliti mengatakan teh yang difermentasi ini lahir sekitar tahun 220 Sebelum Masehi (SM) di China, di mana sering digunakan untuk detoksifikasi dan dijuluki ‘teh keabadian’. Kombucha penuh dengan bakteri probiotik baik yang berkembang selama fermentasi.

Kimchi

Acar kubis asal Korea ini sarat dengan rempah-rempah yang kaya antioksidan dan yang paling penting, penuh dengan probiotik yang baik bagi usus.

"Penelitian telah menunjukkan bagaimana keseimbangan mikroba dalam sistem pencernaan Anda dapat berdampak pada kekebalan tubuh, jadi makan probiotik merupakan bagian penting dari kesehatan pencernaan," kata Janet Helm, RD, ahli gizi berbasis di Chicago dan penulis blog Nutrition Unplugged.

Studi telah menemukan bahwa mengonsumsi kimchi dapat membantu menangkal sembelit dan obesitas, dan bahkan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Biji chia

Dalam sebuah cerita yang berkembang, diceritakan bahwa prajurit Aztec dikatakan telah mengonsumsi sedikitnya satu sendok biji chia sebelum turun ke medan perang. Saat ini biji Chia bisa ditemukan di segala makanan, mulai dari yoghurt hingga teh kemasan.

Biji chia kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko penyakit jantung. Biji chia juga memiliki 11 gram serat per ons.

Biji-bijian kuno

Nenek moyang kita mulai mengonsumsi hidangan penuh karbohidrat sekitar 75.000 tahun yang lalu. Kebanyakan biji-bijian kuno yang dikonsumsi ribuan tahun lalu umumnya kaya akan kalsium, serat, dan asam amino yang disebut lisin, yang ampuh membantu membakar lemak dalam tubuh Anda.

Rumput laut

Rumput laut telah dikonsumsi secara luas oleh masyarakat Asia selama ribuan tahun.

"Salah satu manfaat terbesar adalah yodium. Anda perlu yodium yang cukup untuk tiroid Anda dan jaringan payudara yang sehat, " kata Dr Boham.

Rumput laut juga dapat memberikan asupan mineral penting lainnya, seperti kalsium dan zat besi.