Pariwisata Berbasis Olahraga Sedang Nge-hit di Indonesia

Ilustrasi marathon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Pariwisata berbasis olahraga atau dikenal dengan istilah sport tourism, menurut I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata, mulai menjadi gaya hidup dan banyak diminati oleh sebagaian besar masyarakat Indonesia dan juga Internasional. 

Hal ini, kata dia, bisa dilihat dengan semakin banyaknya, event sport tourism, baik yang berskala nasional, maupun internasional yang digelar di Indonesia. Salah satunya, Ironman 70.3 Bintan, yang akan digelar 20 Agustus 2017 mendatang. 

Dia melanjutkan, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata RI, telah sejak lama memiliki berbagai destinasi untuk pariwisata berbasis olahraga ini. Namun, mulai dari kepemimpina Menteri Pariwisata Arief Yahya, jenis pariwisata ini semakin terus dikembangkan. 

"Kita sudah ada sejak lama, tapi memang digenjot habis habisan pada zaman Arief Yahya, misalnya Borobudur Marathon, Tour de Bintan, dan Ironman 70.3 Bintan ini sendiri," katanya di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juli 2017. 

"Kami menyadari sport tourism ini potensial karena sudah menjadi lifestyle. Orang rela ikut ke satu maraton ke maraton lainnya, membawa sepeda sendiri. Ini sudah seperti menjadi gaya hidup,” ucapnya menambahkan.

Dia melanjutkan, dalam mengembangkan sport tourism, pemerintah sendiri banyak berkaca pada ajang serupa di beberapa kota di sejumlah negara seperti di Tokyo dan Gold Coast. 

"Ini memang potensi luar biasa dan kualitas turisnya tinggi dan mereka mengajak supporter-nya dan mengajak keluarga. Kalau puas dengan kunjungannya, mereka akan balik lagi," ujar Pitana. 

Pitana sendiri mencatat, tahun lalu sedikitnya ada dua juta wisatawan mancanegara yang mengunjungi kepulauan Riau, secara khusus Bintan untuk mengikuti Bintan Ironman. Jumlah ini kira-kira 17 persen dari total keseluruhan wisman yang datang ke Indonesia pada tahun lalu.