Berendam dalam Kolam Bekas Pemandian Mayat Zaman Belanda

Kolam Renang Kawasan Plantungan
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dwi Royanto/ Semarang

VIVA.co.id – Objek wisata pemandian air panas di kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, menjadi destinasi yang kini banyak dikunjungi. Namun, siapa sangka wilayah dengan pemandangan nan indah itu menyimpan segudang cerita tragis masa lampau.

Ya, sebelum menjadi objek wisata, Plantungan tercatat memiliki sejarah panjang. Sejak banjir bandang yang melanda wilayah itu tahun 1991 silam, kini destinasi itu masuk wilayah desa Pesanggrahan, kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Pada era kolonial Belanda, daerah di pegunungan Kendal dan Batang itu berdiri sebuah Rumah Sakit Lepra, atau penderita kusta. Berdasar penuturan sejumlah saksi sejarah, Rumah Sakit itu berdiri di tahun 1870-an. Pada masa pra kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan, bangunan rumah sakit sempat dikosongkan.

Tahun pun berganti. Pada masa Orde Baru tepatnya tahun 1971 hingga 1979, bangunan rumah sakit di tepi sungai Lampir itu difungsikan sebagai tempat tahanan politik perempuan yang dianggap berafiliasi terhadap Partai Komunis Indonesia. Sejarah menyebut ada sekitar 800 tahanan wanita yang menghuni tahanan pembuangan itu selama delapan tahun.

Jejak-jejak bangunan rumah sakit lepra serta bekas kamp pembuangan perempuan di Plantungan hingga kini masih ada. Meski tersapu banjir bandang Sungai Lampir di tahun 1991, namun sisa-sisa pondasi bangunan masih terlihat.

Sebuah fakta baru pun terkuak. Salah satunya keberadaan kolam pemandian mayat rumah sakit lepra yang kini masih ada. Kolam tua itu kini dijadikan sebuah destinasi wisata air yakni kolam renang anak-anak dan dewasa. Aliran kolam berukuran tak terlalu besar itu mengalirkan air hangat yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Supri, seorang pegawai kolam renang, membenarkan jika kolam renang itu dibangun di atas lahan yang dulunya bangunan rumah sakit lepra serta kamp penjara perempuan.

"Kolam renang ini termasuk baru. Awal dibangun pada awal 2016 lalu. Ini untuk melengkapi destinasi pemandian air panas yang sudah ada di sekitar kolam renang," kata Supri saat berbincang dengan VIVA co.id, Senin, 4 September 2017.

Ia menjelaskan, jejak terbesar rumah sakit lepra adalah keberadaan kolam air hangat. Bangunanya masih asli berupa tumpukan batu kali di sisi paling Selatan. Kolam itu dulunya menjadi tempat pemandian mayat pasien penderita lepra sebelum dikuburkan.

"Meski berusia ratusan tahun, tapi airnya masih alami. Untuk masuk kawasan pemandian tarifnya Rp3000 per orang. Tapi di kolam renang khusus tarifnya  Rp8000," ujar dia.

Sukiswandi (67 tahun), salah satu warga sekitar pun membenarkan ihwal keberadaan kolam tua peninggalan zaman Belanda itu. Memori ingatannya pun masih tajam, dia tahu, detail bangunan RS Lepra di kawasan itu. Menurutnya, daerah itu menjadi rumah sakit lepra karena mengalirkan air panas yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Ia menyebut di area kolam renang itu dulunya merupakan bangunan paling besar rumah sakit. Pada dinding bawah atap tertulis angka 1870 yang menandakan awal dibangunnya rumah sakit.

"Saat gedung ini kosong saya sering main ke sini dulu. Jadi kawasan kolam renang ini dulu ada kamar mayat lalu ada kamar mandi yang dibuat mandiin mayat," ujar Sukis.



Kebenaran cerita itu, kata Sukis, semakin lengkap karena Sunarto, mendiang ayahnya dulu merupakan perawat rumah sakit tersebut. Menurut cerita ayahnya, pegawai rumah sakit tersebut dulu didominasi warga asli Indonesia. Namun untuk jabatan-jabatan kepala merupakan orang Belanda.

"Jadi kalau mau lihat bangunan asli ya kolam air panas itu. Itu sumber bak tua asli bangunan Belanda. Lalu disalurkan ke kamar mandi yang sekarang menjadi kolam renang-anak-anak, " ujar dia.

Terlepas dari cerita itu, kolam tua sarat sejarah itu kini telah berubah menjadi destinasi menarik bagi warga. Sebuah kolam renang yang dibangun itu selalu ramai pengunjung, khususnya saat akhir pekan. Tak hanya fasilitas kolam renang, di kawasan itu, wisatawan juga bisa menikmati pemandian air panas, kebun binatang mini hingga pemandian di sungai Lampir.