Bak Cendawan di Musim Hujan
- instagram.com/falconpictures_
"Memang, kalau dari novel, bisa dibilang treatment-nya lebih gampang. Kelihatan polanya, fansbase pembacanya sudah ada. Tinggal kita jeli-jeli lihatnya aja, novelnya bagus enggak nih isinya, oke enggak, gitu kan. Kalau ok ya pasti jalan," ujar Ody.
Noorca Massardi menambahkan, lirikan pertama filmmaker juga bisa datang dari seberapa banyak buku yang terjual. Biasanya, buku yang berhasil tercetak 30 ribu eksemplar itu sudah luar biasa pencapaianya. Dengan buku yang sudah banyak dibaca orang, tentu saja membuat karakternya sudah lebih familiar di kalangan masyarakat.
"Keuntungan karakter sudah dikenal dan sudah ada pembacanya," kata Manoj Punjabi, produser MD Entertainment.
Namun, penggemar yang banyak dan pembaca loyal tak pernah menjadi formula kesuksesan sebuah film adaptasi. Banyak elemen lain yang turut bersinergi untuk membuat film ini laris di pasaran, salah satunya kekuatan promosi.
Noorca menuturkan, film yang sukses menembus box office menyediakan biaya promosi yang besar. Warkop DKI Reborn misalnya. Promosinya lima kali lipat dari biaya produksinya. Dilan sendiri, diperkirakan dua hingga tiga kali lipat.
Dalam film adaptasi, jumlah novel yang laris terjual, menurut Ahmad Fuadi, adalah garis mulainya. "Ibarat sebuah pertandingan, dengan adanya buku ini pelarinya sudah lari beberapa ratus meter duluan. Tinggal nanti kalau itu panjangnya 500 meter, itu di 200 meter sampai habis itu masuklah publikasi dari film. Penting banget, karena sekarang kan industrinya semakin besar, film produknya semakin banyak. Jadi tetap harus ada marketing yang baik, promosi yang baik kalau enggak ya enggak didengar, enggak akan maksimal. Mungkin penontonya masih oke tapi kalau kurang publikasi dan promosi ya mungkin tidak maksimal," katanya.
Film adaptasi memang terlihat menggiurkan bagi para pelaku industri perfilman, karena dianggap punya basis penggemar yang sudah luas. Namun, tidak pernah ada jaminan, novel best seller juga akan box office di filmnya. Ody Mulya bahkan siap bayar Rp1 M jika memang ada rumus sukses film laris.
"Enggak ada orang punya resep laku, kalau ada semuanya sudah kaya raya," ujar Noorca menutup wawancara. (mus)