Bioskop dalam Genggaman
- VIVA/Muhamad Solihin
"Orang-orang Indonesia menonton dua kali lipat dibanding konsumen kami di negara lain. Konsumen di negara ini sangat antusias terhadap film, terutama film-film blockbuster," katanya saat ditemui VIVA di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Kondisi serupa juga terjadi pada iflix dan HOOQ. Marketing Manager iflix Indonesia Tiara Sugiono menyebut, ada peningkatan yang signifikan pada pengguna aktif layanan mereka, dari yang sekitar satu jutaan tahun lalu kini tumbuh pesat menjadi 5,8 juta di Indonesia saja.
Sementara itu, Country Head HOOQ Indonesia Guntur S Siboro mengatakan, sudah ada lebih dari 20 jutaan pengguna yang mendaftar layanan streaming VOD ini sekarang. Per bulan, sekitar 30 hingga 40 persen dari pengguna yang berbayar diketahui aktif menonton.
"30-40 persen dari yang berbayar per bulan itu dia play, memainkan atau menonton. Karena ada juga yang berbayar, tapi dia enggak play, karena kita enggak anggap play kalau cuma browsing atau lihat-lihat saja," katanya melalui sambungan telepon, Rabu, 11 April 2018.
Untuk katalog kontennya, layanan streaming VOD di Indonesia sama-sama menyajikan varian film dan serial, baik dari Hollywood, Asia, lokal Indonesia, dan beberapa Bollywood. Namun, masing-masing mengklaim, punya katalog yang diunggulkan sehingga berada pada posisi tersendiri di kalangan penonton.
HOOQ misalnya, dengan tagline Best in Hollywood, Best in Local menjadi pilihan bagi mereka yang gandrung akan film dan serial dari studio-studio Hollywood dan Indonesia. Sementara Viu, lebih dikenal sebagai layanan streaming untuk mereka pencinta film dan serial Asia, terutama Korea.
"Itu (konten Korea) bukan positioning kita. Bukan berarti kita enggak punya, bukan itu jagoan kita. Kalau Viu jagoannya Korea, kan?" ujar Guntur menambahkan.
iflix sendiri mengaku mengunggulkan film Indonesia, seperti menayangkan Pengabdi Setan dan Posesif di layanan mereka hanya beberapa bulan setelah tayang di bioskop. Kerja sama dengan studio-studio film baik dalam maupun luar negeri membuat para pengguna yang tak sempat ke bioskop bisa menikmati film blockbuster dalam jeda waktu yang singkat tersebut.
iflix bekerjasama dengan hampir semua studio besar, seperti Disney, Fox, Warner Bros dan lainnya. Sementara dari studio Indonesia beberapa di antaranya Starvision dan Screenplay. "Ada yang namanya rights SVOD (subscription video on demand). iflix membayar sekian kepada studio," kata Tiara ketika ditanya soal bentuk kerja sama dengan studio.