Bioskop dalam Genggaman
- VIVA/Muhamad Solihin
"Seperti taksi, itu kan salah, mereka tidak segera beralih ke online. Jadi mungkin teman-teman yang memberikan layanan TV berbayar ini menyadari ada destruksi baru nih, cara menghadapinya apa, ya memberi layanan dengan metode berbeda."
Bukan Saingan Bioskop
Selain pada televisi berbayar, bioskop juga menjadi salah satu yang sering disinggung jika bicara tentang perubahan gaya menonton. Namun Corporate Secretary Cinema 21 Catherine Keng tegas menjawab bahwa streaming bukan saingan untuk bioskop.
"Pengalaman menonton di bioskop belum bisa digantikan dengan nonton di rumah dengan layar televisi dan audio yang tergolong standar. Keduanya adalah pengalaman yang berbeda. Tidak bisa dibandingkan secara apple to apple," katanya kepada VIVA melalui WhatsApp.
Pengunjung menonton film bioskop melalui video streaming di Jakarta. (VIVA/Muhamad Solihin)
Catherine menambahkan, menonton di bioskop itu merupakan sebuah gaya hidup di mana penonton dimanjakan dengan layar yang lebar, gambar yang jernih, dan audio yang dahsyat. Semua ini membuat film-film yang ditonton, terutama action, horor, sci-fi, fantasi, terasa makin nyata.
Noorca Massardi, Penulis dan Pengamat Film setuju. Sebab pengalaman menontonnya jauh berbeda. Ia pun yakin jumlah penonton bioskop tak akan tergerus. "Kalau orang ingin menonton film melalui streaming itu dia tidak akan mendapatkan kenikmatan sesungguhnya dari menonton film di ruangan yang gelap, layar lebar, dan sound system-nya yang bagus," tuturnya.
Hal itu pun masih terbukti dengan jumlah penonton bioskop di Indonesia yang bukannya menurun, tapi malah meningkat, meski tren streaming sedang booming. Sebagai contoh, jumlah layar bioskop yang terus bertambah setiap tahunnya.
"Jumlah layar bioskop itu kan sudah lebih dari 3.000, jadi saya kira streaming ini tidak akan memengaruhi jumlah penonton bioskop," ujar Noorca menjelaskan.
Akan makin marak
Tren menonton video streaming diprediksi akan terus berkembang ke depannya. Berdasarkan data yang dirilis Statista pada September 2017, yang dikutip VIVA dari siaran pers Catchplay, video streaming di Indonesia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dari 6,9 juta pada pengguna pada tahun 2016 menjadi 12,1 juta pada 2019 atau tiga kali lipat menjadi 22,2 juta pada tahun 2022.