Bisnis Gurih Jasa Pengiriman
- Twitter.com/@JNE_ID
Pasar e-commerce memang bak kembang yang mekar mewangi. Jika merujuk data Bank Indonesia pada 2016, total transaksi e-commerce mencapai Rp75 triliun dengan asumsi pertumbuhan bisnis di sektor ini sebesar 17 persen. Pada tahun 2020 yang akan datang, pasar e-commerce diprediksi akan memiliki nilai US$120 miliar per tahun.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi tak menepis berkah e-commerce bagi sekitar 200 perusahaan yang tergabung dalam asosiasi yang dipimpinnya. Kaitan antara pertumbuhan sistem keuangan, internet, marketplace, jasa pengiriman, menurut dia, sangat erat. Penetrasi internet yang kian pesat yang merasuk hingga pelosok nusantara, membuat bisnis jual beli online tidak lagi didominasi kota-kota besar tapi juga daerah. Ditambah lagi secara geografis Indonesia terdiri dari pulau-pulau. Kondisi ini semakin membesarkan industri jasa pengiriman.
"Sebab apapun yang dijual melalui online harus lewat jasa pengiriman," kata Feriadi yang juga menjabat presiden direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE kepada VIVA, Sabtu 21 April 2018.
Perilaku penjual pun turut membesarkan industri jasa pengiriman. Jika sebelumnya penjual individual banyak mempromosikan dagangannya lewat platform media sosial atau website pribadi yang dimiliki, kini mereka tergabung dalam marketplace besar seperti Bukalapak atau Tokopedia. Perpindahan ini dilakukan agar order yang tidak berkembang karena keterbatasan market di media sosial dan website mengalami pertumbuhan.
"Karena jumlah pengunduh aplikasi marketplace kan besar, sehingga pasar mereka pun tumbuh yang berimbas pada jasa pengiriman," katanya menambahkan.
Dia menyontohkan yang terjadi di JNE. Menurutnya, data profil yang berhasil dihimpun dari usahanya ini, dari 100 persen pengguna jasa JNE, hanya 20 persen dari pemain besar.
Perusahaan jasa kurir yang telah berdiri sejak 27 tahun lalu itu mengalami peningkatan volume pengiriman sejak tahun 2010. Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi menuturkan, peningkatan volume pengiriman yang mereka rasakan cukup signifikan.
"Sejak tahun 2010. Ketika e-commerce mulai tumbuh di Indonesia dan aktivitas jual–beli online banyak terjadi melalui forum–forum komunitas di internet," ujarnya kepada VIVA melalui surat elektronik pada Jumat, 20 April 2018.