Mereka Mengacak-acak Celah Keamanan
- REUTERS/Alexandre Meneghini
"Peretas seperti Bogachev adalah peretas yang bersinar. Dia melakukan penawaran dinas intelijen Rusia, termasuk spionase ekonomi atau spionase terang-terangan," ujar Berglas.
Berglas mengungkapkan, indikasi kuat lain yang mengarahkan Bogachev berkelindan dengan intelijen Rusia. Dalam suatu kasus, saat agen FBI memantau komputer terinfeksi terkejut melihat seorang peretas sasaran investigasi mereka ternyata membagikan salinan paspor dengan seorang FBI yang diyakini sebagai agen intelijen Rusia.
"Ini (indikasi) yang paling dekat pernah kami temui," ujar Berglas.
Bukti spionase Rusia yang membonceng jaringan Bogachev terendus pada 2011. Sebuah analisis Fox-IT atas komputer di bawah kendali Bogachev, mulai menerima permintaan informasi, bukan soal transaksi perbankan. Tapi permintaan file yang berkaitan dengan perkembangan geopolitik dunia.
Jejak ini menyingkap titik terang Bogachev dalam pusaran Rusia dan AS. Pada 2013, saat Obama terbuka menyatakan setuju memasok senjata dan amunisi ke pemberontak Suriah, komputer Turki yang terinfeksi pada jaringan Bogachev, terkait dengan pencarian dengan kata kunci istilah 'pengiriman senjata', ‘tentara bayaran Rusia', 'tentara bayaran Kaukasia’. Ini diduga menunjukkan kekhawatiran warga Rusia dalam perang.
Setahun kemudian, jelang intervensi militer Rusia di Ukraina, komputer yang terinfeksi virus Bogachev terendus mencari informasi file rahasia direktorat intelijen Ukraina (SBU). Analisis menunjukkan, pencarian dari komputer itu menuju ke informasi pribadi dan email pejabat keamanan Ukraina, Kementerian Luar Negeri Turki dan dinas intelijen asing Georgia.
Sementara itu, analisis keamanan siber yang memeriksa botnet GameOver Zeus, Brett Stone-Gross menunjukkan, antara Maret 2013 dan Februari 2014, pada komputer terinfeksi itu ada pencarian dokumen militer dan intelijen AS. Pertanyaan yang muncul seputar dokumen 'rahasia' dan 'Departemen Pertahanan'.
Ahli keamanan siber yang mempelajari kasus komputer terinfeksi itu meyakini, itu akan bermuara ke Bogachev. "Mereka punya sejumlah besar infeksi, saya akan mengatakan kemungkinan besar mereka mengendalikan komputer milik pegawai dan pemerintah AS," ujar Stone-Gross kepada New York Times.
Pada musim panas 2014, FBI bersama dengan badan penegak hukum lebih dari setengah lusin negara dunia menjalankan Operasi Tovar untuk memutus jaringan Bogachev. Operasi ini merupakan serangan terkoordinasi infrastruktur milik Bogachev dan mematikan jaringan serta membebaskan komputer yang terinfeksi dari GameOver Zeus.
Hingga kini, Bogachev belum bertekuk lutut, bisa dibilang hacker plontos ini sapu bersih dalam urusan kejahatan dunia online. FBI meyakini, saat ini Bogachev menikmati keahlian dan jaringannya dengan tinggal di Anapa, kota resor di Laut Hitam, Rusia Selatan.