Mereka Mengacak-acak Celah Keamanan

Seseorang mengakses internet di dalam mobil di Havana, Cuba.
Sumber :
  • REUTERS/Alexandre Meneghini

Kepada Deutsche Welle, dia menjelaskan untuk bisa mengendalikan satelit, seseorang harus bisa mengetahui seluk beluk isi satelit. Untuk tahu semua isi satelit, ujarnya, seorang paling tidak harus masuk ke ruang operator atau ada pada suasana kerja, untuk tujuan meretasnya.

Jim Geovedi, mempunyai kemampuan untuk mengendalikan satelit. (www.flickr.com)

Begitu seorang peretas berada di ruang yang menjalankan satelit, maka akan bisa mengetahui kapan peluncuran satelit, bagaimana mengendalikannya serta sistem apa yang dipakai. Dari situ, menurutnya, seorang akan bisa memahami kelemahan sistem satelit.

"Meretas satelit itu tak semudah membobol mainan anak-anak. Ini sangat sulit. Tiap produsen punya jenis teknologi (satelit) sendiri. Anda harus mengerti semuanya," kata dia dikutip dari BBC

Meski sulit, Jim menuturkan, meretas satelit komersial sudah dilakukan oleh beberapa orang, dan akan mudah jika punya peralatan yang tepat.

Dalam sebuah jawaban ke laman Forbes, Jim membandingkan meretas satelit dengan meretas telepon awal atau dikenal dengan 'phreaking', yang merupakan praktik yang tak terlindungi dengan baik, tapi dilakukan sejumlah kecil orang di seluruh dunia. 

"Peretasan satelit ini masih dianggap sebagai pengetahuan yang misterius," ujar Jim kepada Forbes. 

Soal teknik peretasan satelit, Jim meyakini sudah banyak dipelajari beberapa pakar keamanan dan mencoba menerapkan tekniknya. Dia mengatakan, peretas itu kemungkinan punya beberapa trik bagus untuk meretas satelit, namun mereka memilih untuk merahasiakannya sejak lama. 

Sebagai sosok yang dilabeli bukan penjahat James Bond dan punya kemampuan tinggi di bidang keamanan, Jim tak tergoda untuk lebih iseng dengan teknologi di Indonesia. 

Dia mengatakan, jika mau, dia bisa mengalihkan dan mengamati lalu lintas data internet seluruh Indonesia. Jim mengaku bisa juga memodifikasi semua transaksi keuangan. 

"Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya enggak punya interest berlebihan soal materi," ujar pria yang kini tinggal di London, Inggris itu kepada Deutsche Welle. (art)