Lestari Jalan Daendels

Foto udara jalur Simpang Exit Tol Brebes Timur di Brebes, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jalan yang berada di tengah-tengah lahan persawahan dan kebun tebu ini nantinya bisa  menempuh waktu tiga jam dari Brebes hingga Kendal secara normal dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam, atau memangkas waktu maksimal satu jam lebih cepat dibandingkan melalui jalan nasional pantura.

"Jalan tol fungsional ini memiliki enam pintu exit, yaitu dua pintu menuju ke jalur Pantura dan empat exit menuju ke jalur selatan. Jalur ini akan dibuka 24 jam pada H-10 Lebaran 2017, sehingga akan terurai kemacetannya," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono kepada VIVA.co.id, Sabtu 10 Juni 2017.

Ia mengungkapkan, dengan adanya pembangunan jalan tol fungsional ini maka menambah panjang jalan tol trans Jawa yang ada saat ini. Sehingga diharapkan pada 2018 nanti seluruh jalan tol trans Jawa akan terhubung dari Merak sampai Pasuruan.

"Jalan tol fungsional ini proses pengerjaannya sudah 99 persen, namun masih ada jembatan yang dibangun, salah satunya adalah jembatan kali Sambong di Kandeman Batang, sepanjang 110 meter dan dalam tujuh hari selesai," ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) berdialog dengan wartawan saat meninjau lokasi tol di pintu keluar Tol Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

Basuki mengungkapkan, sejumlah upaya untuk mempercepat proses pengerjaan proyek jalan tol ini pun dilakukan Kementerian PUPR. Bahkan, material semen untuk jembatan di tol pun direkayasa dengan meningkatkan beton dari K350 menjadi K500, sehingga waktu kering semen tidak perlu satu minggu baru bisa dilalui.

Dengan adanya pembangunan jalan tol baru ini, maka peristiwa memilukan yang terjadi pada Mudik Lebaran tahun lalu yaitu Kemacetan Parah di exit tol Brebes Timur tidak terjadi lagi. Bahkan, tahun ini sejumlah fasilitas mudik yang disiapkan lebih lengkap dan lebih melayani masyarakat.

Basuki menambahkan, proyek pembangunan jalan tol fungsional sepanjang 110 kilometer ini menelan investasi sebesar Rp90 miliar. Dana tersebut dikeluarkan oleh PT Jasa Marga (persero) sebagai investor dan operator jalan tol ini ke depannya.