Lestari Jalan Daendels

Foto udara jalur Simpang Exit Tol Brebes Timur di Brebes, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Berdasarkan data Kementerian PUPR dalam tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo tambahan panjang jalan tol yang terbangun hingga akhir 2017 mencapai 568 kilometer dan jalan tol yang sudah beroperasi sepanjang 176 kilometer.

Angka panjang jalan tol tersebut tentunya sangat besar jika dibandingkan pemerintahan sebelumnya, seperti era Presiden Soeharto dalam 20 tahun hanya mencapai 490 kilometer, Habibie 7,2 kilometer, Gus Dur 5,5 kilometer, Megawati 34 kilometer dan SBY yang 10 tahun memerintah hanya sepanjang 212 kilometer.

Selanjutnya… Perawatan Rutin

Perawatan Rutin

Di luar pembangunan jalan tol baru, sejumlah jalan nasional utama yang berada di sampingnya yaitu jalur raya pos atau jalan Daendels dan sekarang lebih dikenal sebagai Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa terus dilakukan perawatan secara rutin.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan jalan-jalan peninggalan Daendels masih terus dioperasikan dan secara bertahap dilakukan perbaikan. Bahkan, di saat Lebaran bisa dipastikan tak ada lagi lubang di jalan.

Dia mengatakan, jalan-jalan peninggalan Belanda tersebut terus mengalami perkembangan, sehingga beban jalan yang dilewati ikut meningkat. Untuk itu, agar bebannya berkurang pemerintah membangun jalan tol di sisinya.

"Jalan Daendels itu kan Pantura dan terus juga ada Pantai Selatan Jawa yang selusuri pantai. Ini bebannya tinggi sekali, sehingga dibangun Jalan tol untuk kurangi itu dan menambah jalur baru," tegas Arie kepada VIVA.co.id.

Dia mengungkapkan, meningkatnya beban jalan nasional Pantura juga didorong oleh sikap pengguna jalan itu sendiri. Di mana sejumlah angkutan barang nyatanya masih lebih senang melewati jalan non tol dengan beban berat dan tidak keluarkan banyak biaya.

Hal itupun terlihat dari pola pengguna jalan yang hanya beralih sebesar 15 persen ke jalan tol setelah operasional Tol Cikampek-Palimanan. Sejumlah angkutan barang pun ternyata sedikit yang dari Jakarta hingga Surabaya maupun sebaliknya.

Angkutan barang yang disurvei tersebut ternyata hanya melintas Jakarta ke Cirebon sehingga mereka biasanya lebih memilih jalan non tol atau Pantura. Sedangkan, yang menggunakan tol hanya pengiriman baja dari Krakatau Steel hingga Surabaya.