Lestari Jalan Daendels

Foto udara jalur Simpang Exit Tol Brebes Timur di Brebes, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Selanjutnya… Dongkrak Ekonomi Nasional

Dongkrak Ekonomi Nasional

Sesuai dengan visi misi Presiden Jokowi, upaya pembangunan infrastruktur nasional terus menjadi perhatian pada awal pemerintah hingga saat ini. Upaya itu dilakukan dengan tidak fokus pada pembangunan infrastruktur di Jawa saja melainkan hingga ke perbatasan.

Bahkan, dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi pada 17 Agustus 2016 lalu menyebutkan, dalam dua tahun pemerintahan, telah membangun jalan nasional sepanjang 2.225 kilometer dan jembatan yang dibangun sepanjang 16.246 kilometer atau 160 jembatan baru.

Arie mengungkapkan, dengan melihat visi misi pemerintah pemerintah terus mengembangkan sejumlah jalan dan tidak hanya terfokus di pulau Jawa. Untuk Sumatera saja, pemerintah terus membenahi jalur lintas timur dan memperbaiki lintas barat Bengkulu-Padang-Sibolga.

Seluruh jalan nasional tersebut, lanjut Arie dilakukan pelebaran secara bertahap. Terlebih kondisi itu perlu dilakukan karena terbatasnya kondisi permukaan jalan dan geometri yang ada. Kondisi itu pula yang sampai dengan saat ini terus membuat jalan-jalan nasional di wilayah itu rusak.

"Untuk di Sumatera pengembangannya harus dilakukan bertahap, kenapa? Karena lintas timur Sumatera itu melewati bukit barisan ya, jadi tinggi sekali, dan geometrinya masalah dan ada juga masalah geologi jadi jalan rusak terus," katanya.

Sedangkan untuk penambahan jalur baru di Kalimantan, Kementerian PUPR akan terus fokus pada pembangunan jalur perbatasan seperti di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Pembangunan jalan tersebut akan dibuat melingkar dan membuat sejumlah penghubung-penghubungnya.  Upaya itu penting, agar semua pergerakan ekonomi di wilayah Kalimantan akan terhubung dengan pelabuhan di dalam negeri dan tidak lari ke negara tetangga Malaysia.

Kemudian, untuk perbatasan Timor Leste, pemerintah akan fokus pada jalan sabuk merah. Di mana upaya itu dilakukan untuk menghubungkan daerah-daerah perbatasan dengan ekonomi yang ada di dalam negeri.

Kendaraan melintas di ruas Jalur Trans Papua Wamena-Batas Batu. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Sementara, untuk trans Papua, Arie mengakui pihaknya fokus di jalan tengah pulau yaitu Wamena ke Jayapura. Langkah itu tetap memiliki tujuan adalah membuka akses ekonomi masyarakat pedalaman dan menurunkan biaya logistik.