Umrah Mandiri, Seru dan Menantang

Diah Andrini Dewi, Pelaku Umrah Mandiri
Sumber :
  • dok. pribadi

Umrah mandiri sebenarnya tak jauh berbeda dengan umrah reguler umumnya. Nining, Direktur Al Bayt, agen travel yang biasa melayani para pelaku umrah mandiri mengatakan, perbedaan kedua jenis umrah ini hanya pada pengurusan keberangkatan di Indonesia.

"Sama aja, bedanya kalau yang backpacker, jemaah lebih mandiri. Buat grup sendiri atau cari teman-teman sendiri. Beli tiket sendiri atau hunting tiket promo, karena komponen terbesar umrah adalah tiket. Normalnya sekitar Rp12-16 jutaan, kalau ada tiket promo yang harga Rp5-7 juta kan jadi hemat banyak," ujarnya kepada VIVA.co.id.

Berdasarkan pengalamannya, Diah menambahkan, selain masalah biaya, ada beberapa hal yang membedakan umrah mandiri dengan umrah reguler. Beberapa di antaranya terkait ustaz pembimbing, atribut jemaah, dan akomodasi selama di Arab.

"Umrah regular, pihak travel akan turut memberangkatkan ustaz pembimbing dari Jakarta untuk menyertai perjalanan jemaah. Sementara untuk umrah backpacking, ustaz pembimbing yang ditunjuk pihak travel merupakan ustaz (orang Indonesia) yang berdomisili di Arab Saudi dan baru akan mulai membimbing jemaah sesampainya kami di Arab Saudi," ujar wanita yang akrab disapa Dee ini kepada VIVA.co.id.

Sementara itu, atribut atau perlengkapan para jemaah yang biasanya disediakan agen travel untuk pelaku umrah reguler juga jadi pembeda. Dalam hal ini, terjadi kesepakatan di masing-masing grup umrah mandiri. Diah, misalnya, mengaku tidak mendapatkan koper, mukena, baju seragam, tas kecil, pakaian ihram, bergo, dan peci dari pihak agen demi memangkas biaya. Grupnya saat itu hanya mendapat buku doa, syal sebagai tanda pengenal, dan bantal leher sebagai suvenir dari pihak agen travel. 

Adapun seragam, ia dan teman-teman yang akan berangkat bersamanya sepakat untuk mencari sendiri dengan dikoordinir oleh satu orang dalam kelompok, tidak difasilitasi oleh pihak agen travel. Keperluan pribadi lainnya biasanya mencari masing-masing. "Untuk akomodasi dan transportasi tidak jauh berbeda, antara di hotel bintang 4 atau bintang 3, tergantung dari bagaimana pihak travel mengatur alokasi bujetnya. Alhamdulillah tempo hari saya dapat hotel bintang 4 selama umrah.”