Beratnya Beban yang Harus Ditanggung Mobil LCGC

Mobil LCGC Datsun Go+.
Sumber :
  • Foto: Herdi Muhardi/VIVAnews

VIVA.co.id – Kota-kota besar seperti DKI Jakarta semakin padat dengan berbagai jenis kendaraan bermotor. Volume kendaraan yang tiap tahun mengalami peningkatan, mengakibatkan kemacetan yang tak bisa dihindari.

Kemacetan tak hanya terjadi saat waktu kerja, akhir pekan tak luput dari penumpukan kendaraan di jalan. Dalam kondisi macet, pengendara harus berkali-kali menginjak pedal gas dan rem atau start-stop.

Semakin seringnya mobil dalam kondisi berhenti-jalan itu tentu akan membebani kinerja mesin dan membuatnya lebih cepat stres, bila tidak dirawat dengan baik. Hal itu diungkapkan pemilik bengkel G-Speed, Galih Laksono.

"Saat macet, mesin mendapatkan tekanan yang terus menerus. Tekanan yang terus menerus itu menambah risiko keausan komponen mesin, lama-lama menjadi overheat, mesin jadi bermasalah," ujar Galih di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 9 Mei 2017.

Menurutnya, gejala stres mesin saat kondisi macet tak hanya terjadi pada mesin mobil berfitur canggih saja. Mobil dengan mesin konvensional pun mengalaminya, terutama kendaraan dengan kapasitas mesin yang kecil seperti low cost green car atau LCGC.

"Mesin LCGC didesain dengan kapasitas mesin yang lebih kecil, tapi dituntut dengan performa yang lebih tinggi," tuturnya.

Solusinya adalah melakukan perawatan rutin sesuai dengan buku petunjuk yang dikeluarkan produsen mobil.

"Pakai oli sesuai peruntukan mobil. Kalau salah oli, mesin bakal ngelitik awalnya. Jika terus menerus, bakal turun mesin." (mus)