Akhir Krisis Mako Brimob
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sebanyak 145 narapidana keluar satu per satu terlebih dahulu. Mereka menyerah tanpa syarat, sekaligus meninggalkan seluruh senjata. Tersisa 10 napi teroris yang belum menyerahkan diri. Polisi melakukan serbuan, memberikan tembakan peringatan dan gas air mata.
"Tadi, kita dengar ledakan, tembakan, bom, gas air mata, itu dengan cara-cara yang sudah direncanakan. Ternyata, 10 sisa napi menyerah. Jadi, lengkap 155 tahanan teroris telah menyerah kepada aparat kepolisian," lanjutnya.
Dengan demikian, Mabes Polri memastikan operasi penanggulangan kerusuhan dan penyanderaan di rutan Mako Brimob, sudah selesai. Wakapolri memimpin apel anggota tim yang terlibat operasi, dan Mako Brimob dinyatakan kondusif, aman terkendali.
"Atas nama pimpinan Polri, atas nama rakyat Indonesia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang mengalir sejak kejadian Selasa sore sampai hari ini masih mengalir dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, dari media, baik secara langsung dan tidak langsung, saya ucapkan teruma kasih atas dukungannya," terang Wakapolri usai memimpin apel.
Insiden kerusuhan ini menewaskan 5 anggota Polri dan 1 orang napi. Empat anggota mengalami luka-luka, dan tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Lima korban tewas dari anggota Polri mengalami luka mengenaskan bacokan di leher dan tembakan di bagian kepala.
"Semoga menjadi pelajaran seluruh anak bangsa untuk memandang sesuatu yang objektif. Polri sudah cukup sabar, ikhlas, walaupun 9 anggota korban, 5 gugur, 4 masih luka," paparnya.
Baca : Kisah Pilu Iptu Yudi, Berpulang Ketika Putranya Lahir
Bom Rakitan dan Senjata
Tak dipungkiri, proses sterilisasi yang dilakukan tim berjalan cukup menegangkan. Pasalnya, beberapa kali suara ledakan sempat terdengar keras di area Mako Brimob. Polri memastikan ledakan itu bukan imbas dari kontak senjata antara aparat dengan kelompok teroris.
Ledakan itu berasal dari ledakan (bricing) tembok sel yang patut diduga tempat para napi teroris ini menyimpan bom-bom rakitan. Karena alasan keamanan, tim sterilisasi yang dipimpin Kepala Korps Brimob Irjen Pol Rudy Sufahriadi, meledakan semua bom-bom rakitan di dalam rutan.
"Ternyata selama 40 jam mereka (napi teroris) melakukan penyanderaan dan mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan perakitan bom dan sebagainya. Dan yang diledakan itu tadi adalah hasil-hasil bom yang sudah dirakit," kata Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 10 Mei 2018.