Halal Haram Kampanye Negatif

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maaruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta sejumlah pejabat KPU, Bawaslu dan DPR melepas merpati secara bersama-sama saat acara Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawas
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

"Kampanye negatif maknanya diharapkan bisa membuat diskursus politik. Di-counter saja dengan hal-hal yang positif," demikian Sunanto.

Sedangkan, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengakui kampanye negatif bisa saja tidak terhindarkan. Namun, jangan sampai kampanye negatif dilakukan dan dikembangkan. Walaupun PKS menyebut 20 persen bisa digunakan untuk porsi kampanye negatif, namun dia berpendapat strategi itu tidak baik untuk digunakan.

"Strategi kampanye negatif bisa saja melekat pada partai atau caleg dalam berkampanye," kata dia saat dihubungi VIVA.

Ujang mengatakan partai dan caleg memang dituntut untuk membangun pencitraan. Namun, di saat yang lain juga dituntut untuk “membusuki” lawan.

"Pola membusuki lawan inilah bisa dilakukan dengan kampanye negatif," kata dia.

Dia menegaskan kampanye negatif tidak baik untuk dilakukan. Strategi kampanye negatif hanya akan merusak pemilu dan juga dapat membahayakan demokrasi.

"Karena jika kampanye negatif dikembangkan dan diproduksi, bukan sesuatu yang positif yang bisa ditawarkan ke masyarakat. Namun sesuatu yang negatif yang dikedepankan. Bahaya dan merusak.
Kampanye negatif bisa memunculkan hoaks, dan lain-lain." (ren)