Kebangkitan Band 90-an, Dewa 19 Masih yang Termahal?

Dewa 19 dan Java Jive.
Sumber :
  • Ichsan/VIVA.co.id

VIVA – Oh... sobat, maafkan aku mencintainya..Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti
Oh... sobat, maafkan aku mencintainya..Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti.

Lirik lagu di atas tentu sudah tak asing lagi bagi Sobat Padi, begitu nama penggemar band Padi, yang digawangi Fadli, Piyu, Yoyo, Ari, dan Rindra. Lagu tersebut berjudul Sobat, yang menjadi debut Padi di panggung musik Tanah Air. Lagu ini terdapat dalam album kompilasi Indie Ten

Sobat berhasil mencuri perhatian penggemar musik Indonesia. Nama Padi pun semakin dikenal. Band asal Surabaya ini memberanikan diri menelurkan album perdananya yang diberi tajuk, Lain Dunia di tahun 2009. Lagu-lagu di album ini hampir semuanya terkenal, seperti Demi Cinta, Mahadewi dan lagu Sobat juga dimasukkan album tersebut.

Album tersebut terus melambungkan nama band Padi. Band yang dibentuk tahun 1997 ini terus menghasilkan karya yang berhasil memuaskan penggemarnya. 

Album kedua mereka keluar di tahun 2001. Album yang diberi judul Sesuatu Yang Tertunda itu mempopulerkan lagu-lagu hits seperti Kasih Tak Sampai, Semua Tak Sama, Lain Dunia, Lingkaran, dan Bayangkanlah

Album ini meraih sukses di pasaran. Album tersebut berhasil terjual 1,6 juta copy, sangat fantastis. Kehadiran Padi dari awal memang sudah menarik perhatian pengamat musik tanah air. Padi dinilai berbeda dengan band-band lainnya. Kesuksesan Padi terletak pada aransemen musik yang dinamis dan lebih kompleks. Hal ini dianggap sebagai kekuatan Padi. 

Padi juga sempat disebut-sebut sebagai band yang akan menggeser popularitas Dewa 19. Maklum, sejak terkenal, Padi tak pernah sepi dari tawaran manggung, dan mampu mengambil hati penikmat musik Indonesia. 

Meski sibuk manggung di televisi dan juga luar kota, band Padi tak berhenti berkarya. Album ketiga mereka rilis pada 18 Juni 2003. Album bertajuk Save My Soul tersebut, menghadirkan kolaborasi Padi dengan Iwan Fals dalam lagu, Sesuatu Yang Tertunda. Album ini memang tak sesukses yang kedua, tapi tak menyurutkan popularitas band tersebut.

Kesibukan Padi membuat band yang terdiri dari mahasiswa universitas Airlangga ini sempat vakum dua tahun dari dapur rekaman. Di tahun 2005, band ini akhirnya meluncurkan album keempat, yang diberi judul Tak Hanya Diam. Album ini tak lagi bertemakan soal cinta, tetapi lebih menggambarkan kepedulian band beranggotakan lima personel ini terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.

Namun, setelah itu, band tersebut seperti menghilang dari peredaran. Personelnya juga sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mereka jarang terlihat tampil utuh sebagai satu grup. Tidak ada yang tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan band Padi. 

Tidak ada kata bubar ataupun ungkapan salah seorang personelnya keluar. Namun tidak ada lagi karya terbaru atau manggung bersama dalam formasi yang lengkap.

Yang jelas, mereka asyik dengan karier masing-masing. Personel Padi tanpa Piyu bahkan telah membentuk band baru, Musikimia. Sedangkan Piyu, sedang menikmati kesibukan baru di industri film sekaligus menggawangi sebuah band baru The Frontman.

Terkait hal itu, tiga personel Padi, Fadly, Rindra dan Yoyo yang bergabung dengan Musikimia bantah bahwa band yang mereka gawangi bubar. 

"Ini side project. Kalau dua-duanya jalan ya alhamdulillah. Tapi yang jelas kapal induk kami tetap Padi. Kami enggak pernah ada statement bubarkan Padi," ujar Yoyo. 

Fadly juga menambahkan bahwa hubungan personel Padi tetap terjaga dengan baik. Sementara Piyu juga tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengaku juga memiliki kesibukan yang padat, sebagai pencipta lagu, produser dan solo artis. Hanya saja, ia menegaskan bahwa tak ada kata-kata bubar dari mulut personel Padi.

Selanjutnya... Padi Reborn


Padi Reborn

Butuh waktu lama bagi penggemar Padi untuk melihat band kesayangannya kembali tampil bersama dalam satu panggung, membawakan lagu-lagu mereka yang sarat makna. Kerinduan itu terjawab sudah, setelah kelima personel Padi ini memutuskan untuk kembali menghentak panggung musik Tanah Air. 

Grup musik yang sempat meredup ini, memulai kiprahnya setelah 7 tahun vakum lewat perhelatan Authenticity Fest 2017

Mereka kembali dengan nama baru, Padi Reborn. Surendro Prasetyo alias Yoyo, sang drummer, mengungkapkan pembenahan yang dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

"Setahun belakangan, kami menyusun manajemen yang lebih baik dari sebelumnya. Alhamdulillah ada tawaran yang tidak bisa kita tolak dan kesempatan luar biasa," ujarnya di Ecology, kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Mewakili personel lain, Yoyo mengaku senang karena akan kembali bertemu dengan Sobat Padi. Selain itu, ada pula kejutan yang bakal disuguhkan kelak. Mereka telah mempersiapkan single terbaru untuk penggemar setianya.

Kembalinya Padi dalam industri musik mendapat sambutan luar biasa dari penggemarnya. Bahkan, Padi Reborn sempat menjadi trending topic di jagat maya.

Mereka benar-benar mencuri perhatian. Berbagai cuitan dilontarkan para penggemar band tersebut di media sosial, saat Padi tampil di acara musik di sebuah televisi swasta. Mereka rata-rata membuat status dengan lagu-lagu milik Padi.

Saat ini, Fadly cs sedang sibuk keliling kota untuk mengobati kerinduan penggemarnya lewat lagu-lagu band tersebut. Produser Anes Rembes menceritakan usahanya menggaet grup musik legendaris ini sampai menjadi bagian dari Authenticity Fest 2017.

"Saya ngobrol-ngobrol sama Piyu dan Pak Albert, beliau salah seorang yang bisa menyatukan keegoisan masing-masing tim," kata Anes, menceritakan proses awal hingga grup musik pelantun Rapuh tersebut menyetujui hadir kembali.

Yoyo mengungkapkan rasa antusiasnya karena masing-masing personel kembali berada di atas panggung yang sama.

"Syukur alhamdulilah karena selama tujuh tahun ini, kita enggak cuma diam. Meski mengerjakan hal lain di luar Padi, tahun ini kita memang sudah merencanakan untuk kembali," ungkapnya. 

Mempersiapkan konser  di beberapa kota, Padi Reborn melakukan latihan yang  rutin. Kendati demikian, Yoyo dan personel lain merasa kaku karena berpisah selama tujuh tahun menurutnya bukanlah waktu yang sebentar.

"Ke depan, kita akan kembali berlima lagi di industri musik Indonesia. Itulah mengapa kita bilang PadiReborn," ujarnya tegas.

Selanjutnya... Siapa Band Termahal?

Siapa Band Termahal?

Sebelum Padi Reborn, Dewa 19 sudah lebih dulu eksis kembali dan menggelar konser reuni Dewa 19 di beberapa acara dan daerah. Dewa 19 yang dikomandani Ahmad Dhani tampil kembali dengan lagu-lagu hits mereka. Dhani menggandeng mantan personel Dewa 19, Ari Lasso, sebagai vokalisnya. 

Saat manggung, band yang juga berasal dari Surabaya ini membawakan puluhan lagu dari album-album lawas mereka, seperti Kirana, Satu Hati, Kosong, Cukup Siti Nurbaya, Aku di Sini Untukmu, Cinta Gila, dan Kamulah Satu-satunya

Hampir setiap konser yang menampilkan reuni Dewa 19 ini dipenuhi Baladewa dan Baladewi, sebutan penggemar Dewa 19.  Dewa 19 adalah salah satu band besar Indonesia. Namun, di tahun 2011 setelah Once mengundurkan diri sebagai vokalis, band ini sempat vakum.

Meski demikian, sang pentolan, Dhani, yang ditemui VIVA di studio miliknya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, membantah bahwa band yang mempopulerkan namanya sebagai musisi bertangan dingin ini sempat vakum.

"Kalau Dewa 19 vakum rekaman ya. Tapi kalau live dan perform enggak pernah vakum," ujarnya.

Bahkan, mantan suami Maia Estianty ini sesumbar bahwa sampai saat ini, band yang digawanginya tersebut masih mendapat bayaran termahal. 

"Dari dulu Dewa eksis sampai sekarang, masih menjadi band termahal. Karena masing-masing top semua. Andra punya band Andra and the Backbone ngetop, Ari Lasso juga ngetop, Ahmad Dhani ngetop juga," ujarnya dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos. 

Sayangnya, ayah Al, El dan Dul ini enggan membeberkan berapa bayaran yang diterima Dewa 19 untuk manggung. Hanya saja, ia menegaskan bahwa bayarannya tidak murah. 

Sementara itu, diakui Dhani, dengan kesibukan personel yang masing-masing padat, memang tak mudah untuk berkumpul dan latihan seperti dulu. Hal ini pula yang membuat mereka seperti terlihat jarang tampil di depan publik. 

"Jadi show yang gagal dalam sebulan itu bisa tiga kali, yang gagal ya, haha. Karena masing masing punya kesibukan. Sekali sebulan bisa lah perform, yang lainnya gagal karena enggak ketemu jadwal lagi,” ujarnya. Ditambahkan Dhani, setiap konser yang menghadirkan Dewa 19, selalu laris manis. 

"Terakhir waktu kita main di Palace itu, sold out juga lah. Yang sold out itu hampir semua band 90-an tiketnya sold out. Artinya memang dulu pas 90-an masih mahasiswa sekarang udah bekerja, udah bisa beli tiket mahal," ungkapnya. 

Yang terbaru, Dhani bersama Dewa 19 sedang melakukan persiapan untuk tampil di acara The 90's Festival, yang digelar Sabtu, 25 November 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. sekitar 14 lagu akan dibawakan Dewa 19 di ajang musik tersebut. 

"Sebelumnya enggak ada latihan. Latihan H-2, baru latihan," kata ayah lima orang anak ini. 

Selanjutnya... Heboh Reuni 


Heboh Reuni 

Tak hanya Padi dan Dewa 19 yang kembali eksis dan manggung di sejumlah acara musik. Band Stinky yang populer di tahun 1992 juga kembali hadir, memuaskan kerinduan penggemarnya. Band yang awalnya digawangi Andre Taulany ini juga akan mengisi acara, The 90's Festival

Band yang terkenal dengan lagu Mungkinkah ini siap menghibur penggemarnya di acara tersebut. Andre, yang pernah menjadi vokalis band asal Jakarta ini, memastikan bahwa Stinky akan hadir dengan tim awal dibentuk.

"Kita semua akan kumpul, formasinya lengkap dan original," kata Andre dalam video yang di-posting di akun Instagram miliknya.

Base Jam juga akan tampil di acara musik 90-an tersebut. Band pelantun Bukan Pujangga ini memang bukan pertama kalinya mengisi acara musik tahunan tersebut. Kehadiran mereka mampu membuat penggemarnya melepas rindu lewat lagu-lagu band yang pernah digawangi Sigit Wardhana ini. 

Band Bragi juga tak mau kalah. Band yang digawangi tiga bersaudara ini, Aldi, Rendi dan Echa sempat ngehits di era 90-an. Namun sayang, setelah mengeluarkan 4 album, band tersebut memutuskan untuk vakum dari industri musik Indonesia di tahun 2007 silam. 

Setelah 10 tahun, Rendi mengaku sangat bersemangat untuk manggung kembali. “Sebenarrnya sih sama saja kayak naik sepeda. Enggak mungkin lupa walaupun sudah lama enggak manggung. Tapi ada keseruan tersendiri," ungkapnya usai di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Sheila On 7 juga termasuk yang laris manis mengisi sejumlah acara panggung musik, yang digelar di beberapa kota di Tanah Air.

Baru-baru ini, SO7 baru saja tampil menghibur penggemarnya dalam gelaran Super Group di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 November 2017.

"Mudah-mudahan bisa jadi agenda tahunan. Walaupun ini weekdays saya mendoakan mudah-mudahan hari ini kalian dapat charger yang pas. Agar hari Rabu dan seterusnya bisa lebih baik lagi," kata Duta, sang vokalis senang. 

Sekadar Nostalgia?

Kemunculan band-band yang pernah sukses di zamannya secara bersamaan ini, memang mendapat respons yang positif dari penggemarnya. Meski demikian, ada kekhawatiran dan ketakutan yang menyelimuti penggemar bahwa kehadiran band-band kesayangan mereka sekadar nostalgia belaka. 

Dhani menyatakan bahwa reuni Dewa 19 bukan main-main. Ia juga menegaskan band-band 90-an yang kini kembali muncul bukan sekadar ikut-ikutan. 

"Sebenarnya band yang 90-an itu eksis pasti akan eksis selamanya. Biasanya begitu, dan itu enggak berlaku buat Dewa aja, semuanya sih," ujar Dhani. 

Namun, keseriusan itu tidak lantas membuat Dhani dan personel Dewa lainnya berpikir untuk membuat album baru. 

"Kita enggak tertarik bikin single baru, malas aja. Karena bukan prioritas, udah pada tua, hahaha. Enggak ada waktu," ujarnya. 

Sheila On 7 ternyata memiliki pemikiran yang berbeda dengan Dewa 19. Band asal Yogyakarta ini justru berencana membuat lagu baru. 

"Lagu baru nanti terdengar lebih segar aja sih, tetap terasa Sheiila On 7 nya tapi ada warna-warna barunya," ujar drummer SO7, Brian Kresna Putro, kepada VIVA di kawasan Senayan, Jakarta. 

Terakhir, SO7 mengeluarkan album di tahun 2014 lalu. Namun, pelantun Sephia ini belum berpikir soal membuat album baru. Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat album baru. Maklum, saat ini, status SO7 sebagai band indie. 

"Lebih seperti menghemat peluru aja sih. Bekerja pintar aja sekarang. Industri musik sekarang kan punya pola yang enggak sama dengan beberapa tahun terakhir, jadi kalau kita lihat, kita cukup berbekal satu atau dua lagu baru untuk keliling manggung, off air dan album itu seperti kumpulannya, jadi menurutku kita masih belajar di industri ini,” ungkapnya. 

Sedangkan untuk menggelar konser besar, seperti konser tunggal juga belum terpikir dalam benak para personel SO7. 

"Sejauh ini masih fokus lagu baru, masih godok sistemnya enaknya gimana, soalnya kita masih baru juga di jalur ini,” ujarnya. (one)