Baru Dirilis, Film The Nun Panen Kritik

Film The Nun
Sumber :

VIVA – Film The Nun, kisah Valak dalam semesta The Counjuring sudah tayang sejak Rabu, 5 September 2018 di Indonesia. Film yang disutradarai Corin Hardy itu tentu amat dinanti pencinta horor Tanah Air. Ekspetasi tinggi mereka pasang sebelum menyaksikan film berdurasi 96 menit itu.

Sayangnya, banyak penonton dan kritikus film kecewa. Di Rotten Tomatoes, The Nun hanya berhasil meraih 50 persen, sementara kritik tajam juga dikeluarkan situs rollingstone.com.

"Film paling anyar dari franchise horor terbaru yang menampilkan masa lampau, religi dan dihadirkan dengan kekosongan," tulis Rolling Stone dengan nilai 2,5 dari 5 bintang.

Tulisan ke bawah berikutnya bisa jadi spoiler bagi yang belum menonton. Dalam tulisan berikutnya, akan coba membedah mengapa The Nun terasa kurang menyeramkan.

1. Ekspetasi tinggi

Ekspetasi tinggi karena nama-nama yang terlihat, terlebih James Wan dalam The Nun bisa jadi faktor utama. Semesta The Conjuring memang sudah mencetak banyak film yang membuat bulu kuduk berdiri, salah satunya, Insidious.

Memasang harapan tinggi akan sesuatu tentu tak berbuah bagus. Maka hal itu pula yang nampaknya jadi salah satu faktor The Nun tak terlalu menyeramkan.

2. Faktor kedekatan

The Nun mengambil latar tahun 1952 bertempat di sebuah gereja. Biasanya, semesta The Counjuring mengambil latar di dalam rumah. Dengan begitu, faktor kedekatan tetap ada.

Rasa ngeri akan terbawa penonton setelah pulang. Mereka membayangkan bagaimana bila di dalam lemari atau bawah tempat tidur akan muncul sosok yang baru ditonton

3. Formula yang sama

Film horor biasanya menggunakan formula yang sama untuk menakuti penonton. Pembeda terjadi bagaimana meletakkan dan mengejutkan penonton dengan penampakan atau suara yang tiba-tiba.

Dalam The Nun, kebanyakan penonton bisa menebak kapan si hantu akan muncul, hingga debar jantung sudah dipersiapkan dan sedikit mengurangi keseruan menonton film horor.