Cerita Iqbaal Ramadhan Jadi Burung Perkutut

Iqbaal Ramadhan
Sumber :
  • VLIX.ID

VIVA – Aktor dan penyanyi Iqbaal Ramadhan telibat dalam Sandiwara Sastra, yakni mengalihkan cerita dari karya sastra tulis ke dalam bentuk audio. Iqbaal tidak berperan sebagai manusia seperti yang umumnya dilakukan pemain lain. Pemeran karakter Dilan itu harus berperan sebagai burung Perkutut.

"Iya, di sandiwara sastra ini aku diamanatkan untuk menjadi perkutut, ini peran pertama aku yang menjadi bukan manusia, super interisting," kata Iqbaal dalam jumpa pers secara virtual, Senin, 6 Juli 2020.

Tidak mudah bagi Iqbaal memerankan burung perkutut tersebut. Iqbaal harus meyakinkan pendengarnya bahwa karakter yang diperankan adalah burung perkutut tapi juga seperti manusia.  

"Jadi bagaimana caranya bisa menyuarakan suara burung tapi dengan bahasa yang tetap dimengerti semua orang. Itu dia, burungnya jadi kayak manusia, tapi sebenernya dia burung, jadi menarik sekali sih," ujar Iqbaal.

Iqbaal tidak akan menirukan suara perkutut seutuhnya. Hasil akhirnya, Iqbaal ingin pendengarnya tahu jika suara yang diisi olehnya memang burung perkutut tanpa menampakkan secara jelas. Untuk itu, Iqbaal melakukan observasi dan banyak latihan.

"Cuma di Melbourne si perkutut ini tidak terlalu banyak terutama di daerah aku tinggal. Lagi-lagi lewat internet, untuk mendengar dan belajar," ujarnya.

Sandiwara Sastra akan tayang di Podcast Budaya Kita, setiap Rabu mulai 8 Juli 2020. Selain Iqbaal Ramadhan, podcast tersebut diisi oleh puluhan artis ternama, diantaranya, Chelsea Islan, Jefri Nichol, Pevita Pearce, Rio Dewanto, Najwa Shihab, Nicholas Saputra, Atiqah Hasiholan, Vino G Bastian, Marsha Timothy, Tara Basro, Oka Antara dan masih banyak yang lainnya.

Baca juga: Cerita Iqbaal Ramadhan Luluhkan Hati Kekasihnya?

Dalam satu episode biasanya berisikan dua sampai tiga artis sebagai pemerannya. Iqbaal Ramadahan menyambut baik hal ini karena podcast belakangan sedang digemari. Menurut Iqbaal, podcast memiliki kelebihan dari karya seni yang lain, yakni tidak memerlukan waktu khusus untuk menikmatinya.

"Dengan adanya pengalihan wahana sastra ke dalam bentuk podcast harusnya buat ketertarikan baru anak remaja ke sastra," ucap Iqbaal Ramadhan.