Tak Ada yang Tak Bisa, Intip Kisah Sukses Rich Brian jadi Rapper Dunia

Rich Brian
Sumber :
  • VIVA/Aiz Budhi

VIVA – Tepat 17 Agustus 2019, Indonesia akan merayakan 74 tahun kemerdekaannya. Namun, makna merdeka saat ini, sudah jauh berbeda dengan makna merdeka ketika melawan penjajah dengan bambu runcing dan senapan.

Lalu, apa makna merdeka sesungguhnya saat ini? Lewat rilis yang diterima VIVA diungkapkan bahwa, tanpa disadari, banyak orang Indonesia masih "dijajah" oleh Sindrom Inferior Complex, sebuah kondisi psikologis di mana ketika salah satu pihak merasa lebih lemah atau rendah dibandingkan pihak lain.

Tak cuma itu, saat ini tidak sedikit orang Indonesia yang masih tidak percaya, bila banyak putra putri Indonesia telah mengukir prestasi membanggakan dan berhasil menelurkan karya-karya yang diakui dunia. Mereka berhasil raih prestasi berkat kerja keras, karena mimpi  saja tak cukup.

Hal ini dibuktikan oleh salah satu rapper Indonesia yang bukan cuma berhasil menembus industri musik Amerika, karyanya bahkan mampu menjadi tangga lagu teratas industri musik Amerika. Dialah Brian Imanuel atau akrab dikenal Rich Brian.

Baginya, inilah saatnya Indonesia dikenal dunia internasional, tidak hanya lewat satu bidang saja, bisa juga melalui bidang lain, seperti halnya musik. Cita-citanya mengharumkan nama Indonesia di belantika musik, dia tunjukkan lewat lagu rap ciptaannya. Lewat rilis yang diterima VIVA diungkapkan bahwa kerja kerasnya berhasil merebut hati jutaan penggemar dari seluruh dunia.

Lagu Rich Brian yang diberi judul KIDS mencerminkan cerita tidak ada yang tak bisa (#TAYTB) seorang Brian Imanuel. Lagunya, dianggap sebagai lagu yang relevan dan pas dengan kondisi saat ini.

Menceritakan tentang perjuangan dan kualitas Rich Brian sebagai orang Indonesia, lagu ini juga membuat sebagian besar orang Indonesia bangga. Lewat tayangan ekslusif YouTube Channel OCBC NISP, Rich Brian TAYTB Chronicles, Brian bercerita tentang awal mula belajar Bahasa Inggris dan perkenalannya dengan musik rap, hingga keputusannya untuk pindah ke Amerika di usia 17 tahun untuk membuat mimpinya jadi kenyataan.(nsa)