K.H. Abdullah Gymnastiar

Bandung, 29 Januari 19623
s/d
Sekarang

Aa Gym alias Abdullah Gymnastiar memilih jalan lain dalam berdakwah. Ia hadir dengan mengedepankan manajemen qalbu. Jaga hati; jangan menyakiti dan jangan mencaci orang lain. Materi-materi yang disampaikannya terasa menyejukkan hati sehingga mendapatkan respons umat.

Tak hanya itu, ia juga berdakwah dengan cara mandiri. Ia tidak meminta-minta disumbang, tapi ia membangun usaha sendiri. Ia pun membangun koperasi dan perusahaan untuk membantu umat. Namanya mulai terkenal pada usia 38 tahun.

Sepuluh tahun menikmati popularitasnya badai menghadang. Kehidupan rumah tangganya mulai goyah, ia digugat cerai oleh istrinya karena Aa Gym berpoligami. Namun, badai tersebut ia hadapi dengan beragam risiko. Secara perlahan-lahan kehidupan rumah tangganya membaik. Ia kembali rujuk dengan istri pertamanya dan menata kembali rumah tangganya.

Aa Gym lahir di Bandung, 29 Januari 1962. Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Engkus Kuswara dan Yeti Rohayati. Aa Gym menikah dengan Ninih Muthmainnah Muhsin dan dikaruniai enam orang anak.

Sejak kecil Aa Gym dididik dalam lingkungan militer. Ayahnya seorang perwira angkatan darat dengan pangkat terakhir letnan kolonel. Tak hanya sikap disiplin dalam urusan umum dalam beribadah juga diterapkannya.

Masa pendidikannya dihabiskan di kota kelahirannya. Dari sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi ia selesaiakan di Bandung, Jawa Barat. Saat di SD, ia selalu masuk dua besar di sekolah dasar. Sementara kuliahnya di dua tempat. Pertama di Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Unpad, Bandung, hanya setahun dan di Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (kini Universitas Ahmad Yani – Unjani), tiga tahun menggelar sarjana muda.

Saat mahasiswa, kala usia 20 tahun, Aa Gym menjadi  Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani. Tampaknya menjadi komandan ini tak jauh dari lingkungan pekerjaan ayahnya. Selain aktif di Menwa, ia juga aktif di lembaga Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) Bandung.

Pada tahun 1987, saat usia 25 tahun, Aa Gym bersama mahasiswa lainya mulai merintis usaha kecil-kecilan. Ia mulai membuat stiker, kaus, gantungan kunci dengan slogan-slogan agama. Hasilnya lumayan, ia bisa membeli mobil angkotan kota (angkot). Kadang ia membawa sendiri mencari penumpang. Bahkan dengan mobil itu juga ia berjualan film dan battery camera saat wisuda mahasiswa.

Di tengah kesibukan berdagang, Aa Gym sering mengalami kegelisahan hati. Ia mulai belajar agama secara khusus kepada KH. Khoer Affandi, seorang ulama tassawuf pemimpin Ponpes Miftakhul Huda – Tasikmalaya dan KH. Moh Tasdiqin – pengasuh pondok pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan, kakek dari istrinya.

Kerja keras dan belajar yang tekun, Aa Gym berujung manis. Pada tahun 1990, ia mendirikan Yayasan Daarut Tauhiid di Bandung. Dengan yayasan ini Aa Gym bisa leluasa untuk mengembangkan potensi, kiprah, dan usahnya lebih luas lagi. Ia memulai serius bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Dalam laman Yayasan Daarut Tauhid, wujud utama yang ia kembangkan adalah mendirikan Pondek Pesantren Daarut Tauhid. Konsep pesantren modern yang mengembangkan konsep wirausaha dan mandiri. Semua ini didasari pada kosenp Daarut Tauhid; fikir, zikir, dan ihktiar. Selain pesantren, yayasan ini juga mendirikan pendidikan lainnya, ada  TK, TPA, dan SMK Daarut Tauhid.

Di luar pendidikan, Aa Gym juga melebarkan dan mengembangkan koperasi pesantren dalam bidang usaha jasa dan perdagangan, media. Dari jasa biro travel, Baitul Mal wat Tamwil, mini market, percetakan, menerbitkan tabloid, Radio, hinggga produksi program tv. Mereka tergabung dalam holding MQ Corporation.

Seiring mengembangkan konsep pendidikan pesantren, Aa Gym juga mulai berkosentrasi dakwahnya dengan konsep manajemen qolbu (hati), jagalah hati. Konsep dakwah yang adem dan mengutamakan akhlak menarik perhatian ummat. Ummat merasa tidak dijejali perbedaan pendapat soal tata cara ibadah melainkan hati yang bersih dan suci.

Kariernya mulai menasional saat mengisi program Hikmah Fajar di RCTI pada tahun 2000. Kesuksesan tema-tema yang disampaikan Aa Gym, pada tahun berikutnya Aa Gym memiliki program mandiri  berjudul "Manajemen Qolbu".

Di tengah puncak kariernya, ia diterpa masalah keluarga. Pada tahun 2006, Aa Gym menikah lagi dengan perempuan beranak tiga, Alfarini Eridani sebagai istri keduanya.  Peristiwa  ini menggoncang istri pertamanya, bisnisnya, dan ummat islam pada umumnya.

Bisnis Daarut Tauhiid mulai menurun. Ummat Islam dan jamaahnya mulai berkurang yang mengikuti kegiatan Daarut Tauhid. Tak hanya itu rumah tangganya mulai prahara.

Rumah tangga Aa Gym sempat mengalami goncangan. Istri pertamanya Ninih Muthmainnah minta cerai. Pada tahun 2010, Ninih Muthmainnah menggugat cerai di pengadilan agama.Permintaan cerai kemudian dikabulkan hakim secara resmi pada bulan Juni 2011.

Namun, setahun kemudian, Aa Gym pada Maret 2012, rujuk kembali dengan Ninih. Mereka menikah kembali dengan mahar sebesar Rp5 juta. Aa Gym kembali menata rumah tangganya kembali. Perlahan dan pasti mereka membangun lagi kejayaan masa lalunya. Aa Gym pun mulai tampil lagi di media telivsi berdakwah setelah sempat vakum. Ia tampil lewat MNC TV dalam program Demi Masa bersama Aa Gym. Pada 2016, ia mengisi program jelang buka puasa Ramadan di tvOne.

KELUARGA  

Istri   : Ninih Muthmainnah Muhsin
           Alfarini Eridani
Anak : Ghaida Tsuraya
           Muhammad Ghazi Al-Ghifari
           Ghina Raudhatul Jannah
           Ghaitsa Zahira Shofa
           Ghefira Nur Fathimah
           Ghaza Muhammad Al-Ghazali
           Muhammad Ghaisan Driyya Addien

PENDIDIKAN

    Sekolah Dasar, Sukarasa III Bandung
    Sekolah Menengah Pertama 12, Bandung
    Sekolah Menegah Atas 5 Bandung
    Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Unpad, Bandung, (1 Tahun)
    Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (kini Universitas Ahmad Yani -Unjani), Bandung


KARIER

    Komandan Resimen Mahasiswa di Akademi Teknik Unjani, Bandung, 1982
    Perintis usaha bersama Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW), 1987
    Penjual stiker, 1987
    Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, 1990
    Pendiri Manajemen Qolbu Corparation, Bandung
    Ketua Pembina Yayasan Darut Tauhiid, Bandung
    Berdakwah Tampil di tv nasional RCTI, 2000
    Pengisi Program di MNCTV, 2016
    Pengisi Program di tvOne, 2016
Berita Terkait

12 Adab di Hari Idul Fitri yang Perlu Dilakukan Umat Muslim

Inspirasi & Unik

10 April 2024

Respon Aa Gym Usai Minimarket Dekat Masjid Daarut Tauhid Disegel Satpol PP

Trending

3 Maret 2024

Aa Gym Resah Kawasan Pondok Pesantren Jadi Tongkrongan Malam Anak Muda

Trending

3 Maret 2024

Saling Hujat karena Beda Pilihan Presiden, Ini Pesan Damai Aa Gym

Trending

16 Februari 2024

Anies Temui Aa Gym di Masa Tenang Pemilu, Apa Saja yang Dibicarakan?

Politik

12 Februari 2024
Share :