Video Penulis Disertasi Seks di Luar Nikah Akan Revisi Karya Ilmiahnya

Penulis disertasi Abdul Aziz
Sumber :
  • VIVA/Cahyo Edi

VIVA – Abdul Aziz, penulis disertasi tentang hubungan seksual halal tanpa menikah, meminta maaf kepada umat Islam dan berjanji merevisi judul dan isi karya ilmiahnya. Dia meminta maaf, karena karya ilmiahnya untuk meraih gelar doktor pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menjadi kontroversi.

"Terkait dengan disertasi yang saya tulis, dengan judul Konsep Milk al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non-Marital, maka saya menyatakan akan merevisi disertasi tersebut berdasarkan atas kritik dan masukan dari para promotor dan pembimbing pada ujian terbuka. Termasuk, mengubah judul menjadi Program Nikah Milk Al Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur, dan menghilangkan bagian-bagian yang kontroversial dalam disertasi ini," kata Aziz.

"Saya juga meminta maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul atas disertasi saya ini."

Otoritas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga akan mengawal revisi disertasi yang dibuat Abdul Aziz. "Ijazah akan dikeluarkan--baru akan ditandatangani dan dikeluarkan--setelah proses revisi ini selesai dibuat," kata Noorhaidi Hasan, direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia, Masduki Baidlowi mengajukan sejumlah pendapat tentang disertasi yang ditulis oleh Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta itu.

"Tentu saja, karena ini sebuah disertasi, dia tidak mempunya kekuatan fatwa. Tetapi, karena ini zamannya sekarang adalah zaman media sosial, semua bisa diakses oleh publik, maka ini memang sangat berbahaya."

"Secara agama, yang dimaksud dengan milk al yamin itu adalah berhubungan seksual antara laki-laki dan budak perempuannya--itu namanya milk al yamin. Itu sudah dihapus, sudah tidak ada."

"Islam, pada dasarnya, adalah agama yang meninggikan dan meluhurkan derajat kemanusiaan. Islam juga punya prinsip dasar tentang seksualitas adalah lewat pernikahan--satu-satunya itu, sebenarnya. Bahwa kemudian dahulu ada perbudakan, itu produk kebudayaan masa lalu di zaman sebelum ada Islam."

"Islam melarang perbudakan itu secara gradual, bertahap. Itu bisa dilihat dari hadis-hadis sahih yang disabdakan Rasulullah bahwa dahulu itu memberikan motivasi kepada seluruh sahabat, dengan dicontohkan oleh beliau, untuk memerdekakan budak. Jadi, budak itu tidak menjadi bagian dari ajaran Islam, tetapi karena itu menjadi bagian dari budaya, maka itu harus dihilangkan pelan-pelan. Semangatnya seperti itu."

Abdul Aziz berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor di UIN Sunan Kalijaga dengan nilai sangat memuaskan.

>