Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica
- VIVA/Dhana Kencana
Jadi, strateginya hanya fokus di dapil-dapil potensial saja?
Ya, seperti tadi saya bilang. Dulu untuk DPR RI ini ada 77 dapil, sekarang ada 80 dapil. Dari 77 dapil yang ada saja, saya sudah memetakan dan saya merasa yakin 38 dapil itu saya bisa rebut, 39 dapil persisnya yang bisa saya rebut.
Dan, strategi lain kami adalah banyak bekerja dari pada bicara. Contoh, banyak orang tidak tahu Partai Garuda, setelah mendaftar di KPU kami tidak langsung muncul di media maupun di tengah masyarakat. Tapi kami terus bergerak, sampai kantor-kantor kami saja banyak orang tidak tahu. Saya bilang kepada seluruh anggota pengurus di daerah, jangan ada yang pasang plang kantor dulu. Tapi dua minggu sebelum verifikasi faktual, saya perintahkan untuk memasang. Kemudian, banyak yang bingung, kok ada Partai Garuda ini. Nah, itu adalah salah satu strategi kita juga yang berhasil membuat nama Partai Garuda sempat booming di Google, setelah pengumuman verifikasi oleh KPU. Sampai KPU saja kaget kok.
Mengapa memilih sembunyi dulu?
Kenapa harus begitu? Sederhana kok jawabannya, kami tidak mau diganggu. Bayangkan, kalau kami muncul terlalu di awal, sudah heboh di awal, bisa saja isu PKI terhadap partai kami muncul lebih lama dari itu. Iya kan? Isu PKI baru dituduhkan kepada partai kami baru-baru ini saja kan, pascapengumuman KPU. Coba kalau jauh sebelum itu, enam bulan sebelum pengumuman KPU saja. Kalau kami sudah heboh, sudah habis kami. Wah, saya sudah kasih banyak strategi ke VIVA. Sebentar lagi, VIVA bikin partai. Hehehe..
Apalagi yang akan Anda lakukan untuk memenangkan Pemilu?
Seperti tadi yang saya sampaikan, pemetaan kami sudah lakukan, IT kami sudah sangat kuat, saya tidak katakan saya kuat, tapi saya katakan dan saya pastikan kami sangat kuat di IT. Saya bisa tahu apa yang diinginkan oleh masyarakat di daerah itu dengan detail. Cambridge Analytica itu sebenarnya sudah lama, tapi baru ramai sekarang-sekarang ini saja. Sebenarnya, kita sudah mampu membaca sudah lama, mulai dari media online, media sosial, kita bisa baca itu kecenderungan masyarakat seperti apa maunya, itu jelas kok.