Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabhana

Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Di luar itu, memang banyak juga yang mendukung, yang membantu kita sebagai partner diskusi. Termasuk, abang-abang kita sebagai senior-senior kita juga banyak memberikan masukan kepada kita.

img_title MK Tolak Gugatan PPP Soal Pergeseran Suara ke Partai Garuda di Jateng, Ini Alasannya

Tadi Anda katakan ada 11 orang yang bertahan. Siapa saja 11 orang itu?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ya, sebagian besar yang sekarang ada di DPP. Terus terang yang paling intens adalah saya dan Sekjen. Juga ada beberapa Ketua DPP lain juga yang intens membentuk partai ini. Prosesnya tak mudah untuk mengajak dan meyakinkan teman-teman kita.  Pada saat kami datang ke daerah-daerah juga demikian. Misalnya, saya kan punya jaringan teman-teman daerah, Sekjen juga punya jaringan. Kadang-kadang jaringan kita di daerah juga resisten. Mereka menganggap engga mungkin.  Hal seperti itu pasti ada saja, selama tiga tahun ini. Dan, kita tetap saja tidak pernah berhenti juga tiga tahun ini, muter keliling daerah.

img_title MK Tolak Gugatan PPP soal Suara di Pileg Pindah ke Partai Garuda

Anda terjun langsung ke daerah-daerah?

Iya, kami turun langsung. Dan, selama ini memang tidak jadi perhatian media karena memang kita bergerak senyap. Dan, ketika saya ke daerah, juga enggak mungkin saya bawa teman-teman media. Beda, kalau misalnya saya yang punya media.

img_title KPU Bantah Gelembungkan Suara Sejumlah Partai di Intan Jaya Papua

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana

Anda bilang, ingin memperjuangkan kepentingan rakyat. Bukankah semua partai politik juga memiliki cita-cita yang sama?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadi gini, kita ini harus pragmatis terhadap kekuasaan. Karena, memang berjuang di Indonesia itu harus duduk dalam kekuasaan, tidak bisa hanya menjadi kritikus. Seorang doktor atau profesor sekalipun tidak akan bisa hanya melakukan kritik di luar kekuasaan, siapapun yang hanya kritik akhirnya hanya menjadi begitu saja, seperti kafilah berlalu saja. Nah, kita melihat pintu untuk mengubah Indonesia ini paling tidak harus duduk di parlemen. Kami berpendapat, untuk masuk ke parlemen pintu pertamanya adalah partai politik, pintu keduanya adalah harus masuk ke dalam parlemen. Pintu ketiga, tentunya harus masuk ke dalam pemerintahan. Jadi, itu cita-cita kami untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik hanya bisa dilakukan dengan membuat partai politik.

Dari penjelasan itu, sepertinya Anda merasa aspirasi Anda selama ini diabaikan?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut