Guns N'Roses Dianggap Ancam Cina

VIVAnews - Musik mengancam kedaulatan sebuah negara? Inilah yang ditudingkan ke kelompok band hard rock Guns N' Roses. Sebuah surat kabar yang diterbitkan oleh Partai Komunis yang berkuasa di Cina mengabarkan, album anyar Guns N' Roses itu menjadi ancaman bagi pemerintah China.

Album anyar Guns N' Roses, 'Chinese Democracy' sempat tertunda sejak rekaman yang dimulai pada 1994. 'Chinese Democracy' mulai rilis dan menyerbu pasar AS mulai Minggu, 23 November 2008. Kendati demikan, album ke enam band asal Amerika Serikat itu, tidak akan dijual secara legal di Cina. Pasalnya, negeri yang berpaham komunis itu melakukan kontrol ketat terhadap film, musik, dan jenis publikasi lainnya.

Headline artikel surat kabar tersebut menyebut, "Band asal Amerika Serikat mengeluarkan album beracun yang mengancam China." Situs Global Times melansir, pengguna internet misterius di menyebut album band yang ngetop lewat 'Sweet Child O' Mine' adalah bagian dari rencana kelompok Barat untuk memegang kendali dunia lewat demokrasi sebagai pionnya." Album itu dijadikan dalih sebagai ujung tombak mengendalikan Cina," papar artikel tersebut.

Kementerian Luar Negeri Cina mengacuhkan pertanyaan yang dilayangkan lewat fax perihal artikel provokasi tersebut. Seorang jurubicara balas menjawab, "Kami tidak perlu memberikan komentar apapun."

Setali tiga uang, jurubicara Kementrian Kebudayaan dan Administrasi Negara lembaga pemerintah yang mengatur keluarnya album itu di negeri panda itu juga tidak bisa dimintai keterangannya.  Artikel Global Times hanya menyebut judul lagu pada album itu, tidak lirik lagunya secara spesifik. Judul lagu yang dianggap meresahkan itu terkait dengan gerakan meditasi Falun Gong yang dilarang pemerintah Cina. Cina menyebut olahraga Falun Gong itu sebagai 'sekte jahat'.

Pesan tersirat lain, "Jika Tembok Raksasa terguncang salahkan dirimu sendiri," pesan yang ditujukan kepada pemerintah yang berkuasa di negeri Tirai Bambu itu.

Hanya segelintir film dan rekaman luar negeri yang mendapat izin beredar di Cina tiap tahunnya. Masalah politik jadi alasan kuat, kendati demikian melindungi produser domestik juga jadi alasan lainnya.

Tidak cuman izin film dan rekaman musik yang ketat, pertunjukkan langsung juga cermat diatur. Band yang ingin tampil wajib menyerahkan daftar lagu terlebih dahulu. The Rolling Stones salah satu yang terkena larangan itu. Band asal Inggris itu dilarang membawakan beberapa lirik lagunya yang berbau provokasi pada debut 2006 di Cina.