Waralaba Makanan Menjanjikan

VIVAnews - Bisnis usaha makanan dan minuman diperkirakan tetap menjanjikan pada saat terjadi perlambatan ekonomi. Bisnis waralaba (franchise) makanan dan minuman tetap berkembang, kendati dalam kondisi krisis.
 
Pelaksana Teknis Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan Makbullah Pasinringi mengatakan, prospek bisnis waralaba cukup baik dan bisa berkembang dengan cepat.
 
"Bisnis makanan dan minuman masih paling besar, lalu usaha pendidikan dan perbengkelan," kata dia setelah membuka Roadshow Franchise and Business Concept Expo 2009 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 20 Februari 2009.
 
Menurut Makbullah, bisnis waralaba memiliki kesempatan memperluas lapangan kerja, terutama pada saat kondisi yang sulit. Perkembangan waralaba cukup pesat, sekitar 27 persen per tahun dengan total omzet Rp 80 triliun.

Makbullah menambahkan, hingga saat ini perkembangan bisnis waralaba masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Perkembangan ke depan di luar pulau Jawa besar. "Sosialisasi ini diharapkan bisnis waralaba bisa berkembang lebih luas dan menguntungkan," katanya.
 
Pameran yang digelar selama tiga hari, 20 - 22 Februari 2009, itu diikuti 80 peserta anggota waralaba dari berbagai perusahaan waralaba.

Hati-Hati, Diare Terus-menerus pada Balita Bisa Sebabkan Stunting
Mobil listrik Seres E1 di PEVS 2024

Seres Hadirkan Mobil Listrik Mungil di PEVS 2024, Harga Rp180 Jutaan

PT Sokonindo Automobile kembali ikut pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024, dengan membawa mobil listrik Seres E1 andalannya dan juga mobil DFSK Gelora E.

img_title
VIVA.co.id
30 April 2024