Harga Sukuk Ritel di Bursa Merangkak Naik

VIVAnews - Harga sukuk ritel seri SR001 yang baru saja dicatatkan di lantai bursa merangkak naik. Baru sekitar 45 menit dicatatkan, harganya naik 30 basis poin.

"Artinya kalau ada yang menjual sekarang, invstor mendapatkan capital gain 30 basis poin. Ini masih awal perdagangan, semoga sore semakin meningkat," kata
Direktur Fixed Income, Derivatif, Keanggotaan, dan Partisipan Bursa Efek Indonesia Guntur Pasaribu usai pencatatan sukuk ritel di BEI, Jakarta, Kamis 26 Februari 2009.

Menurut Guntur, sukuk ritel ditransaksikan pada harga terendah sebesar 100 persen par dan harga tertinggi 100,30 persen par dengan volume 55 miliar.

Sebelumnya, Direktur BEI Erry Firmansyah mengatakan, bagi BEI pencatatan sukuk ritel pemerintah yang terjual Rp 5,556 triliun merupakan suatu landmark baru. "Melihat minat pasar cukup tinggi, ini situasi positif, menunjukkan trend setter tingkat bunga mulai menurun, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Erry.

Sedangkan Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Rahmat Waluyanto membeberkan kembali pencapaian luar biasa penjualan sukuk ritel yang melampaui 200 persen dari target. Penjualan sukuk ritel ini berhasil menambah lebih dari 14 ribu investor baru.

"Ini modal dasar sangat penting basis investor dalam negeri, mendorong pasar modal. Berdasarkan hasil ini, memicu kita kerja keras karena kita melihat bahwa instrumen surat utang negara akan menjadi instrumen yang sangat strategis dalam mendorong perekonomian," kata Rahmat.

Rahmat juga memuji pencapaian yang dilakukan agen penjual, terutama perusahaan-perusahaan efek yang berhasil mengumpulkan pemesanan cukup besar, seperti Trimegah Sekuritas dan AAA. "Tapi di sisi lain kita melihat ada yang kurang menggembirakan, kita melihat perbankan yang memiliki klien besar karena ketatnya likuiditas jadi enggan menjadi agen sukuk ritel," katanya.