Pengalaman Menantang, Menyeberangi 'Jembatan Rambat' di Jepang

Jembatan Rambat Jepang
Jembatan Rambat Jepang
Sumber :

VIVAlife - Bagi Jepang, kesempurnaan adalah perpaduan antara modernitas dan budaya. Negeri Sakura itu berhasil menyandingkan teknologi canggih tanpa harus menghilangkan tabir budaya lokal.

Rumah dan kuil kuno, serta kebiasaan minum teh dan berkimono, masih ada hingga kini.

Tak hanya itu yang dipertahankan Jepang. Di Pulau Shikoku, yang terkecil dari empat pulau utama Jepang, ada sebuah jembatan yang masih sangat tradisional. Ia terletak jauh terpencil di tengah hutan.

Konon, jembatan itu dibangun sejak abad ke-12, dan masih bertahan keasliannya hingga kini.

Wujud jembatan itu begitu unik dan menarik. Sepenuhnya, ia terbuat dari bilah kayu dan sulur-sulur dari tanaman rambat. Pegangan jembatan, juga pengikat bilah kayu yang digunakan sebagai pijakan menyeberang, semua serba tanaman rambat.

Begitu pula dengan tiang panjang di sisi kanan dan kirinya.

Jembatan itu menggantung sekitar 46 meter dari atas permukaan laut. Ia membentang sepanjang 148 meter, tepat di atas Sungai Iya-gawa yang beraliran cukup deras.