Gagal Jadi Anggota Dewan, Sejumlah Caleg Unjuk Rasa

Para caleg melakukan unjuk rasa
Sumber :
  • VIVAnews/Diki Hidayat
VIVAnews
Kabar Terbaru Raja Charles Setelah Diagnosa Kanker, Kehilangan Indra Perasa
- Kecewa hasil perolehan suaranya kecil, sejumlah calon legislatif menggelar aksi unjuk rasa di sekitar gedung Bale Paminton Garut, Jawa Barat, Minggu, 20 April 2014. Di gedung itu saat ini sedang berlangsung rapat pleno rekapitulasi hasil suara DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, DPR RI dan DPD RI.

5 Makanan Berserat Tinggi untuk Turunkan Berat Badan, Selain Sehat Bisa Langsing Alami

Para caleg itu marasa dicurangi dan dipastikan gagal untuk duduk di kursi legislatif. Dalam orasinya, mereka mengatakan bahwa telah terjadi banyak pelanggaran saat pemungutan suara pada Rabu, 9 April 2014 lalu. Namun, kata demonstran, tidak ada tindakan tegas bagi para pelaku pelanggaran pemilu baik oleh Panwaslu dan KPUD Garut.
Jika Anak Buah Ikut Temani Kunker, SYL Minta Patungan hingga Rp10 Juta


"Kami sangat kecewa. Bagi kami ini tidak adil, karena kami telah dicurangi namun tak ada tindakan dari pihak berwenang," ujar Yuke Ani, caleg DPRD Garut dapil 2 nomor urut 3 dari Partai Gerindra.

Para pengunjuk rasa mendesak agar KPUD Garut membatalkan hasil rekapitulasi penghitungan suara. Mereka juga meminta KPUD membubarkan Panwaslu karena gagal melakukan pengawasan selama pemungutan suara berlangsung.

"Kami minta agar KPUD Garut membatalkan hasil rekapitulasi dan dilakukan pemungutan ulang serta membubarkan Panwaslu yang kami nilai tak mampu bekerja," kata Yuke. "Setidaknya di TPS-TPS yang melakukan kecurangan untuk diulang."

Hal senada juga disampaikan Surya, caleg dari PKPI. Menurutnya, suatu pertanda buruk jika tetap meloloskan caleg yang menang akibat kecurangan. "Ke depan para caleg yang menang dengan kecurangan maka mereka akan menumpuk harta dan mencuri anggaran," kata Surya. (adi)
Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana

Sandra Dewi Diperiksa, Kejagung Sebut Terkait Kewajaran Aset yang Dimiliki

Artis cantik Sandra Dewi, masih menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk 2015-2022

img_title
VIVA.co.id
15 Mei 2024