Ketua MPR Terima Dubes Italia untuk Indonesia
Zulkifli Hasan mengatakan kepada Sandelli bahwa konstitusi bangsa Indonesia sangat menghargai masalah kemanusiaan dan HAM. MPR dikatakan sering mengundang parlemen-parlemen di Eropa untuk datang ke Indonesia. Parlemen-parlemen itu diajak untuk melihat dan mendengar langsung di tempat-tempat di mana sikap toleransi dan menghargai perbedaan itu ada. “Sehingga mereka mengenal Indonesia dalam arti sesungguhnya dan mengabarkan perdamaian di Indonesia kepada masyarakat Eropa,” ujarnya.
Dengan bukti Indonesia yang penuh toleransi itu menunjukkan bahwa muslim di Indonesia berbeda dengan muslim yang ada di Timur Tengah. “Banyak yang menyamakan muslim di Indonesia dengan di Timur Tengah,” ujarnya.
Disampaikan kepada Sandalli bahwa saat ini Indonesia menjadi tuan rumah KTT OKI. Dengan KTT itu diharapkan negara-negara Arab bisa belajar pada Indonesia. Model demokrasi di Indonesia diharapkan bisa menjadi model bagi negara-negara di Timur Tengah sehingga mereka bisa melaksanakan demokrasi dengan baik, minimal bisa menyelesaikan masalah perselisihan di antara mereka.
Dengan KTT itu bangsa ini mengatakan bahwa kita menghormati kedaulatan masing-masing negara, bangsa ini mendukung kemerdekaan setiap bangsa. Bangsa ini tak ingin ada campur pada urusan negara lain. Indonesia anti terhadap segala bentuk penjajahan. Indonesia memiliki sejarah panjang terhadap masalah penjajahan. “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Untuk itu tak hanya di Palestina, di manapun bila ada penjajahan akan ditentang oleh Indonesia,”ujarnya.
Akhir dari pertemuan itu, Zulkifli Hasan mengharap dengan ditugaskan Sandalli menjadi duta besar di Indonesia, hubungan Indonesia-Italia bisa meningkat. (rin)