Begini Modus yang Dilakukan Eksportir Ilegal

Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Berbagai modus dilakukan oleh eksportir ilegal untuk menyeludupkan komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina, mengatakan salah satu modusnya yaitu dengan meregistrasikan dokumen yang berbeda dengan isi kontainer yang hendak diekspor.

img_title Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Emas Makin Parah, Ada yang Disembunyikan dalam Bagian Tubuh Tertentu

Contoh kasus terakhir, kata Rina, yaitu pengungkapan 10 kontainer produk hasil perikanan ilegal, yang hendak diekspor ke negara Malaysia, Hongkong dan Taiwan. Salah satu kontainer kedapatan tidak sesuai dengan dokumen yang tertera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di kontainer itu isinya gelembung ikan atau fish maw, tapi tertulis di dokumennya cassava chip atau ubi," ujar Rina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 17 Mei 2016.

img_title Bikin Melongo! 1,16 Ton Ketamine di Belawan Bernilai Rp3,48 Triliun

Menurut Rina, modus tersebut biasanya dipakai karena barang yang diekspor, yaitu fish maw tergolong barang mahal, sehingga memiliki retribusi tinggi. Untuk itu, eksportir mengelabui dengan barang retribusi rendah seperti umbi-umbian.

"Disparitas harga ini yang merugikan negara," kata dia.

img_title Presiden Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu Lewat DSI, Bidik Kebocoran Negara akibat Penyelundupan

Sekadar informasi, dalam rentang waktu sembilan bulan, atau dari Agustus 2015 hingga April 2016, pihak Bea Cukai bekerjasama dengan BKIPM kembali melakukan pencegahan terhadap 10 kontainer ekspor ilegal produk perikanan. Nilai komoditi yang berhasil diamankan mencapai Rp55 miliar.

Barang bukti serbuk emas hasil tangkapan personel Lanudal dan Beacukai di Bandara Juanda

Selundupkan Serbuk Emas Rp2,9 Miliar dalam Tubuh, Warga India Diamankan di Juanda

TNI AL bersama Bea Cukai menggagalkan upaya penyelundupan 1.144,18 gram serbuk emas senilai sekitar Rp2,9 miliar di Bandara Internasional Juanda, JawaTimur

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut