Pertamina Harus Kebal Terhadap 'Mafia'
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id – Dwi Soetjipto telah genap dua tahun memimpin perusahaan energi terbesar nasional PT Pertamina sejak 28 November 2014. Pria berusia 61 tahun ini dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina berdasarkan prinsip meritokrasi dan hasil tes tertinggi di antara kandidat lain.
Sebelum menjadi dirut Pertamina, Pria kelahiran 10 November 1955 ini pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia, dengan pabrik terbesar di Asia Tenggara. Ia berhasil melakukan konsolidasi industri semen nasional hingga dipandang sebagai bapak pemersatu industri semen Indonesia.
Dalam dua tahun kepemimpinannya di Pertamina, Dwi telah melakukan sejumlah besar reformasi dan efisiensi di Pertamina. Pada 13 Mei 2015, peraih gelar doktor ilmu manajemen Universitas Indonesia ini, membubarkan salah satu anak usaha Pertamina, PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral, yang dinilai merugikan dan disebut sarang mafia migas.
Belum setahun setelah dilantik, Dwi meluncurkan produk Pertalite untuk menambah daya saing produk di level hilir. Arek Surabaya ini dianugerahi Asia Best CEO dalam Oil and Gas Awards 2015 oleh majalah internasional World Finance.Â
Dalam wawancara dengan VIVA.co.id, Dwi memaparkan transformasi yang telah dilakukannya dalam tubuh Pertamina dan strategi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia, dan terbesar di Asia Tenggara. Â
Berikut wawancara kami dengan Dwi Soetjipto:
Saat ditunjuk sebagai dirut, apa visi Anda untuk Pertamina?
Setelah ditunjuk sebagai dirut Pertamina, saya melakukan pemetaan, mengumpulkan data-data dan mendengar semua masukan dari pensiunan Pertamina, karyawan, dan dari media massa. Saya lakukan perbandingan antara Pertamina dan Petronas.
Dari informasi yang saya terima hampir semua media atau masyarakat mengeluhkan mengenai efisiensi di Pertamina, karena itulah saya ambil pilar khusus di Pertamina mengenai masalah efisiensi.
Kalau visi Pertamina sudah lama ditulis yaitu to be world class energy company (perusahaan energi kelas dunia). Apa definisi world class? Ini saya coba definisi ulang, yakni perusahaan nasional yang kelas dunia.
Kita lihat siapa saja yang kelas dunia. Seperti Shell, BP, atau Total. Apa karakter perusahaan energi kelas dunia di upstream atau hulu (eksplorasi dan produksi minyak dan gas), midstream (pengolahan dan transportasi migas), maupun downstream atau hilir (distribusi dan penjualan migas).