Pertamina Harus Kebal Terhadap 'Mafia'
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Sesungguhnya dalam satu tahun, dua tahun ini, yang ingin kita bangun untuk Pertamina adalah bagaimana Pertamina mampu menjadi trusted company. Supaya seseorang atau sebuah organisasi bisa dipercaya, kunci suksesnya adalah efisien.
Tahun lalu atau tahun ini kami masih serius efisiensi pada aspek upstream dan midstream, yakni dalam proses pengadaan. Mulai dari pembubaran Petral, memerankan ISC (integrated supply chain) pada aspek pengadaannya, lalu efisiensi di hulu. Kemudian menghilangkan kerugian, yang selama ini "kencing" di mana-mana. Ini yang kita garap.
Apa kesulitan Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia?
Yang pertama yang tersulit adalah bagaimana kami membangun sistem yang membuat perusahaan ini imun terhadap pengaruh pihak tertentu di luar, mungkin sebagian orang menyebut itu mafia atau tokoh tertentu dan sebagainya. Imun dalam arti Pertamina bisa berbisnis dengan siapa saja. Tetapi kepentingan terbaik Pertamina harus dijaga.
Kedua, kita bicara korporasi adalah bagaimana mempercepat investasi sehingga menjadikan Pertamina memiliki aset yang mengalahkan perusahaan lain. Menjadi yang terbesar di regional dari sisi aset.
Kalau dari sisi efisiensi sudah kami bisa buktikan lebih baik. Kekuatan kami adalah di pasar. Kekuatan Pertamina dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan industri migas di regional adalah kekuatan pasar domestik. Kita harus bisa bersaing dengan siapa pun yang masuk ke Indonesia.
Kita sudah masuk dalam sebuah era keterbukaan persaingan. Oleh karena itu Pertamina harus menjadi perusahaan yang paling kuat dalam bersaing pasar dan terutama di Indonesia, nanti tentu saja regional. Karena 40 persen pasar di Asia Tenggara adalah Indonesia. Ini harus dipertahankan.
Pertarungan ketika kita masuk pasar adalah harga dan infrastruktur. Harga didorong oleh efisiensi.
Infrastruktur yaitu secepat mana kita membangun infrastruktur yang ada. Istilahnya boleh orang masuk ke Indonesia, tapi gunakan infrastruktur Pertamina, maka kita sudah memperlemah kekuatan lawan.
Tapi menjadi tantangan bagaimana mempercepat aset Pertamina melalui investasi atau melalui regulasi yang diterapkan pemerintah.
Intervensi luar seperti apa?
Intervensi-intervensi antara lain berupa pengaturan-pengaturan tender, sehingga kita tidak mendapatkan harga yang terbaik. Kemudian, lagi-lagi bagaimana kami tidak bisa menggunakan good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik), sehingga kami tidak bisa mendapatkan hasil optimum dalam proses bisnis yang ada.