Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto

Pertamina Harus Kebal Terhadap 'Mafia'

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Nah, pendekatannya bagaimana? Pertama tentu tetap dari sisi sumber daya manusia. Integritas manusia yang harus dibangun, dan yang kedua adalah sistem.

img_title Dua Kapal Bawa 20 Juta Liter Pertalite Tiba di Bali, Pertamina Siagakan 66 SPBU 24 Jam untuk Urai Antrean BBM

Bagaimana sistemnya dibangun dan harus ditetapkan standar kualitas yang dicapai. Contoh, dulu kerugian sampai mencapai katakanlah 0,4 persen, dan sekarang kami sudah dapatkan di angka 0,2 persen atau 0,18 persen. Tetap ini harus dijadikan standar baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu tender pengadaan minyak, tidak main di harga. Mereka biasanya main di ongkos transportasi. Katakanlah sewa kapal seharusnya US$20, tapi kemudian penggunaan sampai US$30-US$40, alasannya apa? Nah ini saya kira ada sesuatu yang salah.

img_title Bahlil Ungkap Penyebab Kendala BBM di Bali, Pertamina Diminta Tambah Kapal

Standar-standar baru harus ditetapkan sebagai acuan supaya ini berkelanjutan ke depan. Manusianya kami harus bangun budaya 6C (clean, competitive, confident, customer focused, commercial dan capable), dan kontrol. Tapi manusia tidak cukup diperlukan juga sistem.

Apakah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Pertamina?

img_title Menteri ESDM Mengeklaim Stok BBM Nasional Aman untuk 18 Hari

Kalau dalam penugasan di sebuah perusahaan, saya melihatnya jangka panjang, meskipun nanti sampai seberapa jauh kita bisa menggarapnya. Jangka panjangnya harus ada transformasi, perusahaan mau dibawa ke mana. Harus kita bisa menemukan arah transformasi ke mana, dan jangka periodisasinya.

Periodisasinya kami bagi, adalah quick win adalah jangka pendek. Jangka menengah adalah investasi, dan jangka panjang adalah teknologi. Ini konsep dasarnya.

Jangka pendek adalah efisiensi. Aset Pertamina sepertiga Petronas, labanya 1/11 dari Petronas. Kalau aset sepertiga, dan labanya sepertiga artinya produktivitas aset ini baik. Tapi ini kenapa laba kecil? Inilah yang menjadi garapan untuk efisiensi,

Nah di sisi lain, sesungguhnya saya juga terkejut, berterimakasih kepada kawan-kawan yang ada di Pertamina. Mereka berhasil menghasilkan efisiensi dan margin lebih besar dari yang dulu saya harapkan, sehingga laba kami bisa bersaing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Target besar perjalanan masih panjang. Awal-awal saat saya sampaikan efisiensi-efisiensi, banyak kawan-kawan Pertamina yang mempertanyakan karena tidak nyambung dengan visi world class energy company.

Efisiensi itu yang kita garap adalah biaya yang paling besar, yaitu dari pengadaan. Makanya membubarkan Petral yang menjadi titik awal untuk menggedor efisiensi, dan itu sesuai dengan arahan Presiden.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut