Persatuan Indonesia Tak Boleh Terpecah Karena Isu Sara

Idris Laena Anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVA.co.id – Anggota Komisi VI DPR RI Idris Laena mengingatkan pentingnya menjaga persatuan Indonesia ditengah maraknya isu sara yang terjadi akhir-akhir ini.

img_title Kapolri Serukan Persatuan Bangsa di Tengah Ancaman Dampak Dinamika Global

Menurutnya, seyogyanya hal itu perlu diwaspadai. Karena kalau melihat sejarah bangsa yang pernah mengalami konflik pada akhirnya tidak pernah ada yang bisa survive. Hal itu diungkapkan dalam rilisnya Senin, 2 Januari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dulu kita kenal istilah devide it empera. Dan benar saja bahwa yang terjadi seolah-olah ada agenda terselubung untuk memecah belah kekuatan bangsa dengan menggunakan isu sara,” ujar Idris yang saat itu berada di London dan berbincang dengan masyarakat sekitar.

img_title Diduga Bawa Misi Barat, Kedatangan Abdulhakim Idris Disambut Gelombang Penolakan

Ia pun juga menyoroti pandangan masyarakat London yang melihat kondisi perekonomian Indonesia yang dianggap sudah terlalu liberal dan kebebasan berpendapat yang sudah terlalu longgar.

“Bahkan menurut mereka, di Eropa sendiri masih ada rambu yang membatasi orang berpendapat. Sehingga persoalan hukum dan kebijakan politik, tidak bisa diintervensi oleh siapapun atas nama publik. Apalagi sekedar opini yang mengatas namakan rakyat,” ujarnya.

img_title Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menaker Ingatkan Pentingnya Persatuan

Dalam bayangan masyarakat London, jika pemerintah Indonesia terus melakukan pembiaran maka tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk memuluskan agenda terselubung yang indikasinya bisa dirasakan dengan politik adu domba.

Ia pun mencontohkan kondisi negara di Timur Tengah yang cukup banyak diintervensi oleh negara luar sehingga menimbulkan ketidakstabilan dalam berbagai aspek.  “Menurut saya, pandangan tersebut memang perlu diwaspadai. Karena kalau melihat sejarah bangsa-bangsa yang pernah mengalami konflik pada akhirnya tidak pernah ada yang bisa survive kembali,” jelas Idris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika kemudian ditunggangi oleh negara besar yang berkepentingan maka sudah pasti menjadi bangsa yang gagal seperti yang terjadi di Afganistan, Irak, Yaman dan sekarang yang menjadi perhatian adalah perang antar saudara yang ditunggangi oleh negara lain yaitu di Syria,” katanya.

Politisi Golkar ini menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan memiliki sumber daya alam melimpah serta kondisi geografis yang strategis menjadi sasaran dari intervensi negara luar. Oleh karenanya persatuan antar kompoten masyarakat sangat diperlukan guna menghadapi tantangan global tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut