Ketua Umum Maska Hermanto Dwiatmoko

Tarif Kereta RI Lebih Murah dari Singapura Berkat Subsidi

Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) Hermanto Dwiatmoko
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Lalu menurut Bapak bagaimana perkembangan moda transportasi kereta api di Indonesia saat ini? 

img_title Alat dan SDM Pemantau Gempa Sudah Bagus

Sebenarnya begini, kereta api itukan ada dua kegiatan, angkutan penumpang dan KA angkutan barang . Saya bicara angkutan barang di kereta api hanya menguasai 0,3 persen se-Indonesia, sedangkan angkutan jalan raya mencapai 90 persen sekian untuk angkutan barang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadi kalau angkutan barang dengan jalan sebenarnya tidak efisien, macet, overload, bahkan merusak jalan. 

img_title Di Amerika, Penyebab Hillary Clinton Kalah Itu Hoax

Jadi yang dikeluhkan bapak presiden, adalah biaya logistik sekarang 26 persen dari PDB, berarti 26 persen dari penghasilan kita dibuang untuk logistik. Padahal idealnya adalah 16 persen dari PDB,  karena itu pada 2019 ditargetkan biaya logistik menjadi 18 persen. 

Dengan biaya  logistik yang tinggi itu, maka harga-harga  mahal, dan kita akan menurunkan biaya logistik, salah satunya dengan Tol Laut, jadi biaya ke arah Timur bisa lebih murah. 

img_title Lembaga Survei Ingin Hidup 1.000 Tahun Lagi

Tapi jangan lupa kalau barang di pelabuhan kan juga harus didistribusikan ke pusat berikat. Misalnya di Tanjung Priok kalau keluar kan susah, jadi butuh biaya. Makanya dikembangkan kereta api di pelabuhan.

Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) Hermanto DwiatmokoBegitu pula di Sulawesi salah satu yang bisa dikembangkan adalah kereta api sebagai angkutan barang. Pada waktu saat saya masih di Kemenhub, kita programkan trans Sulawesi supaya menghubungkan pelabuhan pelabuhan dengan kereta api untuk mengangkut barang. 

Bagaimana dengan Pulau Jawa?

Di Pulau Jawa sudah double track yang diharapkan selesai pada 2014 namun memang belum optimal penggunaannya.  Jadi pada waktu single track 100 per hari dan seharusnya  saat sudah double track menjadi 200 KA tiap hari, namun saat ini masih 130 KA untuk semuanya, artinya masih ada slot yang bisa dikembangkan

Lalu kenapa banyak yang belum tertarik dengan KA angkutan barang? 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iya itu, pertama karena kereta angkutan barang masih dianggap mahal, karena bolak-balik bongkar muat. Beda dengan angkutan barang dengan truk, dari pabrik langsung dibawa dan satu kali bongkar muat. Sementara kereta api kan beberapa kali bongkar muat dan butuh biaya.

Kedua, adalah biaya pajak, angkutan kereta api kena pajak PPN 10 persen, angkutan barang dengan truk tidak kena pajak.  Nah inilah yang di kami di Maska tengah melakukan diskusi untuk meminta keadilan ke pemerintah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut