Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto

RI Mampu Olah Nuklir, Tapi Bukan untuk Senjata

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Apa kendala edukasi dan sosialisasi ke masyarakat?

img_title Kementerian ESDM Klaim Masyarakat Mulai Terima PLTN, 2049 Operasi

Kita punya komunitas yang namanya nuclear community. Kita kumpulkan mahasiswa-mahasiswa yang kebanyakan dari daerah. Kemudian, kita beri penjelasan dan tiap tahun mereka mengadakan pertemuan bernama nuclear congress.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka ini, bisa saya katakan, die hard, atau membela nuklir tanpa Batan harus hadir. Merekalah yang bisa menjelaskan mengenai sisi positif dari nuklir. Ini kan program jangka panjang. Anak-anak muda ini kalau diajak bergerak di bidang nuklir, maka beberapa tahun lagi sudah menjadi pemimpin.

img_title Irjen Ferdy Sambo: Polisi Nakal Ngapain Dibela, Pecat!

Padahal, bangun PLTN butuh waktu 7-10 tahun. Ini harapan saya supaya anak-anak muda ini bisa menyakinkan pihak lain yang kontra. Dan, banyak universitas yang sudah mempunyai komunitas nuklir. Mereka setiap tahun bertemu, berkoordinasi membahas programnya apa. Kita hanya fasilitator saja.

Bahkan, di Jawa Timur, sampai ada yang membuat buku dengan konten tulisan tentang nuklir. Itu ide mereka sendiri dan tidak ada paksaan.

img_title Irjen Ferdy Sambo: Jangan Viralkan Polisi Nakal, Lapor Propam Saja

Adakah kode etik yang membolehkan atau tidaknya mengembangkan nuklir?

Ini agak politis pertanyaannya. Di dunia saat ini ada kelompok negara pengguna senjata nuklir seperti AS, Rusia, China, Prancis dan Inggris. Di luar lima negara itu adalah India, Pakistan, dan Israel. Hanya India dan Israel yang tidak meratifikasi Traktat Non-Proliferasi Nuklir. Bagi negara yang punya senjata nuklir, maka pasti akan mendorong negara lain untuk tidak akan memiliki senjata sejenis.

Nah, kita didorongnya untuk tidak pakai itu. Kita sendiri tidak mengarah ke sana, meski kita bisa membuat senjata nuklir. Hal ini dipertegas sejak era Bung Karno yang menyatakan Indonesia tidak akan membuat senjata nuklir. Itu sudah clear.

Begitu pula saat membangun reaktor nuklir pertama di Bandung, Jawa Barat, dan mulai beroperasi tahun 1964-1965, kita fokus untuk nuklir damai.

Ini semakin dipertegas di dalam UU Minerba dan UU Ketenaganukliran. Kedua aturan itu menegaskan melarang eksploitasi uranium secara komersial. Kalau Batan mengeksploitasi betul, tapi untuk non-komersial.

Kepala Batan Bicara Pro Kontra Pembangunan PLTN

Pentingnya Uranium

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bisa dijelaskan mengenai pentingnya uranium?

Uranium itu quasi-renewable. Artinya, setelah renewable atau dipakai, maka sisa atau sampahnya banyak. Nah, itu bisa dipakai lagi sampai tidak habis-habis. Saya dengar di beberapa negara justru ditemukan uranium di laut. Ini potensi yang bisa dikembangkan, dan kalau kita bisa eksploitasi, ya, nggak akan habis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut