RI Mampu Olah Nuklir, Tapi Bukan untuk Senjata
- VIVA/Muhamad Solihin
Apa kendala edukasi dan sosialisasi ke masyarakat?
Kita punya komunitas yang namanya nuclear community. Kita kumpulkan mahasiswa-mahasiswa yang kebanyakan dari daerah. Kemudian, kita beri penjelasan dan tiap tahun mereka mengadakan pertemuan bernama nuclear congress.
Mereka ini, bisa saya katakan, die hard, atau membela nuklir tanpa Batan harus hadir. Merekalah yang bisa menjelaskan mengenai sisi positif dari nuklir. Ini kan program jangka panjang. Anak-anak muda ini kalau diajak bergerak di bidang nuklir, maka beberapa tahun lagi sudah menjadi pemimpin.
Padahal, bangun PLTN butuh waktu 7-10 tahun. Ini harapan saya supaya anak-anak muda ini bisa menyakinkan pihak lain yang kontra. Dan, banyak universitas yang sudah mempunyai komunitas nuklir. Mereka setiap tahun bertemu, berkoordinasi membahas programnya apa. Kita hanya fasilitator saja.
Bahkan, di Jawa Timur, sampai ada yang membuat buku dengan konten tulisan tentang nuklir. Itu ide mereka sendiri dan tidak ada paksaan.
Adakah kode etik yang membolehkan atau tidaknya mengembangkan nuklir?
Ini agak politis pertanyaannya. Di dunia saat ini ada kelompok negara pengguna senjata nuklir seperti AS, Rusia, China, Prancis dan Inggris. Di luar lima negara itu adalah India, Pakistan, dan Israel. Hanya India dan Israel yang tidak meratifikasi Traktat Non-Proliferasi Nuklir. Bagi negara yang punya senjata nuklir, maka pasti akan mendorong negara lain untuk tidak akan memiliki senjata sejenis.
Nah, kita didorongnya untuk tidak pakai itu. Kita sendiri tidak mengarah ke sana, meski kita bisa membuat senjata nuklir. Hal ini dipertegas sejak era Bung Karno yang menyatakan Indonesia tidak akan membuat senjata nuklir. Itu sudah clear.
Begitu pula saat membangun reaktor nuklir pertama di Bandung, Jawa Barat, dan mulai beroperasi tahun 1964-1965, kita fokus untuk nuklir damai.
Ini semakin dipertegas di dalam UU Minerba dan UU Ketenaganukliran. Kedua aturan itu menegaskan melarang eksploitasi uranium secara komersial. Kalau Batan mengeksploitasi betul, tapi untuk non-komersial.
![]()
Pentingnya Uranium
Bisa dijelaskan mengenai pentingnya uranium?
Uranium itu quasi-renewable. Artinya, setelah renewable atau dipakai, maka sisa atau sampahnya banyak. Nah, itu bisa dipakai lagi sampai tidak habis-habis. Saya dengar di beberapa negara justru ditemukan uranium di laut. Ini potensi yang bisa dikembangkan, dan kalau kita bisa eksploitasi, ya, nggak akan habis.