Portamento di Industri Ekonomi Kreatif
- VIVA/Ikhwan Yanuar
Jadi saya harus bisa pada tahun pertama itu menjawab sebisa mungkin. Memenuhi sebisa mungkin harapan-harapan yang ada. Alhamdulillah bisa, walaupun secara penggunaan anggaran belum bisa. Karena pengunaan anggaran itu ketat sekali, penggunaan anggaran Rp1 juta itu pertanggung jawabannya itu mesti ada. Dan mesti dibuat program sebelumnya.
Kebayang enggak, tahun pertama belum ada alokasi kan, karena tahun sebelumnya anggaran kan. Jadi pada tahun pertama itu, selain saya berdiskudi dengan orang-orang ekonomi kreatif, ya saya melaksanakan perekrutan.
kalau perekrutan di swasta, hari ini saya tunjuk, entar malam udah mulai kerja, di sini enggak. Kalau di VIVA bisa kan, kalau saya jadi CEO langsung kerja. Jadi ini enggak, musti di kerja sama dengan lembaga manajemen UI untuk dibuka pendaftaran lalu discreeing, sampai lalu diwawancara. Yang terpilih akhirnya diwawancara oleh saya. Dari tiga, tiga, tiga gitu misalnya,
Nah, sebelum itu saya harus membentuk dulu struktur kayak gimana kan, kebayang enggak repotnya. Nah, kebutuhan ekonomi kreatif itu apa. Ternyata setelah diskusi kemudian adalah ekosistem yang tidak ada di ekonomi kreatif.
Memang fashion sudah ada, kuliner sudah ada di Indonesia, film sudah ada, musik ada, tapi enggak ada ekosistem. Enggak punya ekosistem, apalagi untuk mengakselerasi. Jadi yang dibutuhkan adalah sebuah lembaga yang mampu menciptakan ekosistem. Nah, ekosistem itu dibentuk dengan membentuk kedeputian yang relevan. Apa masalahnya, masalahnya tentang apa.
Masalahnya tentang Permodalan, Permodalan itu belum tentu dari pemerintah, permodalan itu kan musti dari swasta juga kan, Jadi akses permodalan. Kita ada deputi akses permodalan.
Lalu pemasaran, ini kan penting sekali kan, apakah itu promosi, atau juga membentuk suatu sistem, misalnya pemasaran kopi itu kan gimana harusnya. Ini kan banyak sekali. Nah dibentuk deputi pemasaran, Lalu, bahwa ekonomi kreatif itu bisa terjadi, kalau kita bisa membentuk nilai tambah dari sebuah, misalnya contoh kopi. Kopi ini, selama ini kita ekspor bentuk coffe bean kan, biji kopi dijual ke amerika yang terbaik-terbaik tapi datang lagi ke sini menjadi starbucks, harganya dua kali lipat.