BPOM Tegaskan Pelabelan BPA pada AMDK Tak Bikin Kerugian Ekonomi

Ilustrasi galon.
Ilustrasi galon.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makana (BPOM) menegaskan, pelabelan Bisfenola A (BPA) pada produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang menjelaskan ada risiko atau bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker dan kemandulan, adalah hal yang penting.

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang, hal itu merupakan bentuk nyata perlindungan Pemerintah atas potensi bahaya dari peredaran luas galon guna ulang di tengah masyarakat.

"Pelabelan ini semata untuk perlindungan kesehatan masyarakat. Jadi tidak ada istilah kerugian ekonomi," kata Rita dalam sebuah webinar bertajuk 'Sudahkah Konsumen Terlindungi dalam Penggunaan AMDK' dikutip Jumat, 3 Juni 2022.

Rita menjabarkan bahwa draft regulasi pelabelan risiko BPA saat ini masih dalam proses revisi lanjutan di BPOM. Revisi mencakup mencakup aturan kewajiban bagi produsen memasang label peringatan potensi bahaya BPA pada galon guna ulang berbahan polikarbonat, hingga jenis plastik yang pembuatannya menggunakan BPA. 

"Yang diinginkan BPOM sebatas produsen memasang stiker peringatan. Jadi tidak ada isu tentang sampah plastik sama sekali. jangan diputarbalikkan," jelasnya.

Lebih lanjut menurut Rita, penegasan itu merespons pandangan miring yang beredar di publik saat ini. Yang menyatakan, pelabelan bakal memperbesar volume sampah plastik, karena konsumen akan beralih ke kemasan galon sekali pakai yang notabene bebas BPA.

Ilustrasi galon.

Ilustrasi galon.

Photo :
  • Pixabay