Logo BBC

RS Ortopedi Terinfeksi Corona, 700 Pasien-Paramedis Karantina di Dalam

BBC Indonesia
BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

Pada saat rumah sakit terdeteksi kasus virus corona pertama, Rusia sudah memberlakukan pembatasan terhadap pengunjung asing dan warganya telah menjadi sadar akan ancaman penyebaran virus.

"Kami diberitahu bahwa seseorang telah mulai batuk, tetapi [Covid-19] belum dikonfirmasi [pada saat itu]. Kami diberitahu untuk mendapatkan masker wajah untuk berjaga-jaga," kata Irina, seorang pasien.

"Tidak ada masker di apotek rumah sakit, jadi kami membuat beberapa dari perban," katanya kepada BBC.

Irina with a makeshift face mask
IRINA YEFREMOVA
Irina dan pasien lain membuat masker sendiri.

Pasien lain, Nadezhda, tiba di Institut Vreden pada tanggal 7 April dari sebuah kota di barat laut Rusia, setelah dua tahun menunggu untuk bertemu seorang spesialis.

Dia mengaku tidak pernah memulai perawatan yang seharusnya dia tempuh.

Dia menulis di media sosial tiga minggu kemudian, "Ada situasi yang mengerikan! Aku sehat ketika aku sampai di sini, tapi tidak lagi! Beberapa kasus terburuk telah dikirim ke rumah sakit lain. Beberapa telah meninggal. "

Persiapan karantina

Pada tanggal 9 April, hari di mana Vreden Institute menutup pintu dari dunia luar, ada 474 pasien dan 239 staf.

Menurut plt direktur institut tersebut, kepala petugas medis St Petersburg yang membuat keputusan untuk menangguhkan operasi dan menyegel rumah sakit untuk mencegah penyebaran infeksi.

Tampaknya bahwa pada saat itu tidak ada prosedur yang memungkinkan untuk memisahkan mereka yang terinfeksi dari yang sehat di dalam rumah sakit.

Pada tanggal 8 April, dokter dan perawat diberitahu untuk pulang ke rumah, mempersiapkan diri untuk dikarantina di dalam rumah sakit dan kembali keesokan harinya.