Info Intelijen MI5: Modus-modus Komunis China Mau Susupi Inggris

Ilustrasi intelijen.
Ilustrasi intelijen.
Sumber :
  • Washington Examiner

VIVA – Laporan mengejutkan oleh Badan Kontraintelijen Dalam Negeri Inggris MI5 disampaikan baru-baru ini. Laporan itu adalah mengenai informasi mulai bergerilyanya Partai Komunis China mempengaruhi pejabat dan politikus di negara itu termasuk hendak masuk ke Parlemen Inggris.

Hal tersebut dilakukan dengan berbagai cara antara lain memberikan dana donasi bagi sejumlah politikus hingga kemudian kesepakatan bisnis yang membuat ketergantungan terhadap berbagai pihak yang mengarah ke China. Nama seorang pengacara muncul yaitu Christine Lee yang ditengarai menjadi figur perantara dan dekat dengan sejumlah politikus di negeri itu. Namun Lee disebut ternyata bekerja untuk Partai Komunis China dan dikhawatirkan bekerja untuk kepentingan itu.

Walau memang sebagaimana dilansir laman BBC, Kamis 20 Januari 2021, Christine Lee tak sampai dituduh sebagai mata-mata. Pengacara yang terkenal di kalangan komunitas China di Inggris itu belakangan belum memberikan pernyataan apa pun mengenai informasi ini.

Langkah memadai termasuk pencegahan atas hal ini kemudian diserukan perlu dilakukan pemerintah Inggris. Termasuk bila meniru hal yang dilakukan AS adalah bahwa setiap orang yang ada di sana dan memang bekerja untuk asing harus mampu membuktikan dirinya bekerja secara legal. Apabila tidak maka bisa diproses secara hukum di negara itu.

Selama ini zona abu-abu dan penggelontoran dana donasi hingga sumbangan dari perusahaan cangkang kepada aktivitas para politikus dirasa belum diatur dengan jelas. Oleh karena itu perlu UU yang memadai.

MI5 menyebutkan Christine Lee sendiri memfasilitasi sumbangan donasi masuk ke dalam negeri Inggris termasuk ke sejumlah politikus. Namun sebenarnya asal donasi itu adalah dari China maupun Hong Kong. Salah satu anggota Partai Buruh yang pernah menerima donasi untuk kegiatan politiknya adalah Politikus Partai Buruh Barry Gardiner. Dalam 5 tahun kantor Gardiner menerima sekitar Rp781 miliar untuk mendukung kegiatan politiknya. Namun Gardiner menyoal informasi MI5 ini mengatakan donasi itu sudah berhenti pada 2020 silam.

Sementara Menteri Dalam Negeri Priti Patel membantah bahwa pemerintah Inggris lengah dan gagal menangkal ancaman mata-mata yang masuk. Pemerintah Inggris sebelumnya diberitakan sedang mengkonsultasikan soal kewenangan baru menangkal aktivitas negara musuh. Draft UU payung hukum terkait disebutkan sudah diserahkan kepada Parlemen.