Rajapaksa akan Pulang, Kasus Korupsi dan Kejahatan Perang Menanti

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (tengah) dan saudaranya yang juga pejabat
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (tengah) dan saudaranya yang juga pejabat
Sumber :
  • AP Photo/Eranga Jayawardena

VIVA Dunia – Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diprediksi akan menghadapi tuduhan korupsi dan kejahatan perang. Dia juga akan menghadapi gelombang protes baru jika dia kembali ke negara yang masih dilanda krisis itu.

Partai politik oposisi Samagi Jana Balawegaya dan Partai Marxis Janatha Vimukthi Peramuna mengatakan mereka akan mengajukan tuntutan korupsi terhadap Rajapaksa jika dia kembali ke Sri Lanka.

Aliansi Nasional Tamil yang mewakili orang Tamil, minoritas terbesar di Sri Lanka, telah menuntut agar Rajapaksa diadili atas tuduhan kejahatan perang yang dilakukan dalam penumpasan militer terhadap pemberontak Tamil pada 2009 ketika dia menjadi menteri pertahanan. Selama ini dia kebal lantaran menjadi Presiden Sri Lanka.

Rakyat Sri Lanka duduki kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa tuntut lengser

Rakyat Sri Lanka duduki kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa tuntut lengser

Photo :
  • AP Photo/Eranga Jayawardena

Para pengamat mengatakan bahwa warga Sri Lanka yang mengalami kelangkaan bahan bakar, makanan dan obat-obatan kemungkinan tidak akan menyambut Rajapaksa.

"Jika Gotabaya Rajapaksa kembali, akan sulit untuk membuatnya tetap aman di Sri Lanka," kata seorang analis politik yang tidak mau disebutkan namanya.

Melansir dari The Straits Times, Kamis, 28 Juli 2022, Rajapaksa melarikan diri dari Sri Lanka pada 13 Juli 2022, ke Maladewa dan kemudian ke Singapura.