Kerusuhan Landa Tel Aviv Israel, Sosok Ini Jadi Pemicu Amarah Zionis

Polisi Israel terlibat kericuhan dengan pengunjuk rasa di Tel Aviv.
Sumber :
  • AP Photo

Tel Aviv – Kerusuhan melanda Ibu Kota Israel, Tel Aviv pada akhir pekan lalu, dengan warga menuntut langkah-langkah tegas terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dianggap gagal melindungi warga dan menimbulkan bencana kemanusiaan di Jalur Gaza Palestina.

Ngotot Balas Serangan Iran, PM Israel Tolak Angkat Telepon Pemimpin Barat

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 26 Februari 2024, para penduduk Tel Aviv menekankan perlunya pemilihan umum yang lebih cepat untuk menggantikan pemerintahan Netanyahu dan mengecam keputusan pemerintah terkait Gaza.

Menurut laporan Jerusalem Post, ribuan warga Israel berkumpul di luar Kementerian Pertahanan pada Sabtu (24 Februari) untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka.

Jiper Disikat Hizbullah, 40 Persen Warga dan Tentara Kabur dari Utara Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Doc: AP Photo)

Photo :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Protes ini juga menyoroti permintaan pembebasan tawanan Israel di Gaza serta tuntutan agar Netanyahu mengundurkan diri dan pemilihan umum lebih awal diadakan.

Iran Tutup Fasilitas Nuklir, PBB Duga Peristiwa Menyeramkan Ini Bakal Terjadi

Kerumunan tersebut berujung pada bentrokan dengan kepolisian, dan 19 pengunjuk rasa dilaporkan ditangkap oleh polisi Tel Aviv.

Protes ini mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meningkat terhadap kebijakan keamanan Netanyahu dan menekankan keinginan akan perubahan politik di Israel.

Perlu Diketahui, Israel bertingkah semakin semena-mena dengan membeberkan tiga rencana baru mereka terkait agresi brutalnya di Jalur Gaza Palestina yang telah berlangsung selama hampir lima bulan.

Netanyahu (Doc: Anadolu Ajansi)

Photo :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Melalui pernyataan pada Senin, 26 Februari 2024, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis tiga rencana yang telah diajukan militer dalam rapat Kabinet Perang.

Militer Israel menyampaikan ke Kabinet Perang sebuah rencana untuk mengevakuasi penduduk dari wilayah pertempuran di Jalur Gaza," demikian rilis itu,

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya