Imbas Serangan Balik Iran, AS Disebut Alami Kerugian Aset Rp42 Triliun!

Rudal Iran serang pangkalan militer Amerika di Irak
Sumber :
  • Twitter @sarake89

Jakarta, VIVA – Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengalami kerugian aset militer senilai $2,52 miliar atau senilai Rp42 triliun akibat serangan balik dari Iran.

img_title Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi

Berdasarkan data yang dikumpulkan Anadolu, penyumbang utama kerugian adalah sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 AS di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, senilai $1,1 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem radar tersebut rusak usai terkena rudal Iran pada hari Sabtu. Qatar mengkonfirmasi bahwa radar tersebut terkena dan rusak. 

img_title Keseimbangan Regulasi dan Inovasi Berkelanjutan Bisa Dongkrak Perkembangan Aset Kripto

Pada hari Minggu, tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle hilang dalam insiden tembakan salah sasaran yang melibatkan pertahanan udara Kuwait. Meskipun keenam awak pesawat selamat, pesawat-pesawat tersebut hancur — dengan biaya penggantian diperkirakan mencapai $282 juta. 

Para pejabat AS yang berbicara kepada CBS News mengatakan bahwa tiga pesawat pengintai dan serang MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara AS telah ditembak jatuh sejauh ini, dengan perkiraan biaya $90 juta. 

img_title Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!

Selama serangan awalnya pada hari Sabtu, Iran menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, menghancurkan dua terminal komunikasi satelit dan beberapa bangunan besar. 

Laporan intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal SATCOM yang menjadi sasaran sebagai AN/GSC-52B, dengan perkiraan biaya $20 juta, termasuk biaya penyebaran dan pemasangan. 

Selain terminal SATCOM yang hilang di Bahrain, citra satelit yang dianalisis oleh New York Times dari Camp Arifjan di Kuwait menunjukkan tiga radome lagi yang hancur, menambah biaya sekitar $30 juta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak laporan awal tentang komponen radar AN/TPY-2 yang hancur dari Sistem Rudal Anti-Balistik (ABM) THAAD yang ditempatkan di Kota Industri Al-Ruwais di Uni Emirat Arab, setidaknya satu sistem AN/TPY-2 lainnya di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania tampaknya telah hancur. Komponen radar yang rusak diperkirakan bernilai $500 juta per unit. 

Ada juga laporan bahwa sistem lain telah terkena serangan di UEA, namun, belum ada konfirmasi resmi atau citra satelit untuk mendukung klaim ini. 

Menkeu AS, Scott Bessent.

'Economic D-Day' untuk Iran Dimulai

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengaku negaranya sedang memasuki operasi "Economic D-Day" untuk melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut