Kabut Asap Mengkhawatirkan, Malaysia dan Brunei Sepakat Tempuh Mekanisme ASEAN

Ilustrasi Karhutla
Sumber :
  • dok. istimewa

VIVA –Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat untuk menggunakan mekanisme ASEAN dalam menangani masalah kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang kini berdampak pada sejumlah wilayah di kawasan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim. 

img_title Dari Rusia hingga AS, Kemenhub Terbitkan 35 Izin Bagi Pesawat Asing Bantu Tangani Karhutla

Dijelaskan oleh Anwar Ibrahim persolan kabut asap lintas batas ini menjadi salah satu hal yang dibahasnya bersama dengan Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah dalam Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 (27th Annual Leaders' Consultations/ALC-27) yang digelar di Brunei pada Sabtu 22 Agustus kemarin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berdua sepakat untuk menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani masalah ini," kata Anwar dalam konferensi pers penutupan rangkaian kunjungan kerja selama dua hari ke Brunei dikutip dari laman The Star, Minggu 23 Agustus 2026.

img_title Saham Emiten-emiten Sawit Melonjak di Tengah Isu Karhutla, Simak Fakta Sebenarnya

Sebelumnya, pada Jumat 21 Agustus 2026 kemarin, Menlu Malaysia, Mohamad Hasan mengatakan bahwa Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik di tingkat ASEAN untuk mencari solusi atas masalah kabut asap lintas batas yang telah berdampak pada sejumlah wilayah di kawasan.

Menurut Mohamad, Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan (NRES) akan menyampaikan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat.

img_title Karhutla di Nabire Papua Meluas Capai 396 Hektare, Sejumlah Titik Api Masih Belum Bisa Dipadamkan

Berdasarkan data dari portal Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara Malaysia (APIMS), tingkat Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian, Sarawak, tercatat mencapai 190 pada Sabtu pukul 09.00 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepuluh wilayah lainnya juga mencatat tingkat pencemaran udara yang tidak sehat, yaitu Kuching (182), Samarahan (177), Sarikei dan Sri Aman (173), Sibu (161), Bintulu (157), Samalaju dan Mukah (156), serta Miri dan Bukit Rambai, Melaka, yang masing-masing mencapai 151.

Sebagai informasi, nilai API antara 0 hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik, 51 hingga 100 tergolong sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, sedangkan nilai di atas 300 dikategorikan berbahaya. 

Ilustrasi Karhutla

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Karhutla

Pemerintah Malaysia mengaku siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap memburuknya kabut asap

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut