34 Tahun Dipenjara, Ternyata Pria Ini Tidak Bersalah

Ilustrasi pelaku kejahatan
Ilustrasi pelaku kejahatan
Sumber :
  • Reuters

VIVAnews - Kash Delano Register tidak sanggup menahan air matanya setelah dia dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan di Los Angeles, Amerika Serikat. Padahal, dia telah mendekam 34 tahun di penjara atas pembunuhan yang tidak dia lakukan.

Diberitakan Channel News Asia, Minggu 10 November 2013, Register dibebaskan setelah kakak dari saksi tunggal mengaku bahwa adiknya telah berbohong. Wanita bernama Sharon ini mengatakan bahwa adiknya, Brenda Anderson, telah memberikan kesaksian palsu pada kasus pembunuhan tahun 1979 dan polisi menutupi kebohongan itu.

Kesaksian bohong itulah yang lantas menyeret Register ke penjara. Padahal dalam penyelidikan, tidak ada sama sekali bukti yang membuktikan keterlibatan Register dalam pembunuhan tetangganya, Jack Sasson, 78.

Tidak ada satu pun dari tujuh sidik jari yang ditemukan di bagasi Sasson, lokasi pembunuhan, yang cocok dengan Register. Ditemukan sepasang celana dengan jejak darah dari lemari Register. Darah bergolongan O itu cocok dengan Sasson, tapi Register juga bergolongan darah O. 

Brenda yang saat itu berusia 19 tahun mengaku mendengar suara tembakan. Dia melongok ke jendela dan mengaku melihat Register berlari dari bagasi Sasson. Register divonis 27 tahun penjara, belum termasuk masa persidangan, walaupun kekasihnya mengatakan bahwa pria kulit hitam itu bersamanya saat insiden terjadi.

Kakak Brenda yang lain, Sheila Vanderkam, juga mengatakan bahwa kesaksian adiknya itu bohong. Dia mengatakan, saat itu Brenda tengah menyembunyikan perangkat kecantikan yang dicurinya dari tetangganya saat terdengar suara tembakan. Brenda dikatakan memang mendengar letusan, tapi tidak cukup dekat untuk melihat pelakunya.

Vanderkam mengaku terkejut Register masih di penjara. Padahal kepada penyidik di tahun 1979, dia telah mengatakan bahwa adiknya itu berdusta. "Detektif menaruh jari di bibirnya (menyuruh diam) dan melihat saya. Seolah tanpa kata-kata, dia ingin saya tidak ikut campur," kata Vanderkam yang kesaksiannya tidak dianggap itu.