Brasil Janji Tidak Akan Tolak Surat Kepercayaan Dubes Toto

Presiden Bertemu Menlu dan Dubes Indonesia Untuk Brazil di Istana Negara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
VIVA.co.id
- Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan, jadwal Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto kembali bertugas di Negeri Samba itu ditunda. Semula, Toto dijadwalkan akan kembali bertugas di Brasil pada bulan ini. 

Kemudian, Toto dan beberapa dubes dari negara lainnya dijadwalkan akan menyerahkan surat kepercayaan dari pemimpin negara masing-masing kepada Presiden Brasil, Dilma Roussef pada akhir Oktober. Demikian ungkap Arrmanatha ketika ditemui di gedung Kemlu, kawasan Jakarta Pusat, pada Kamis, 15 Oktober 2015. 

"Sudah disampaikan sewaktu Menlu RI (Retno L.P Marsudi) bertemu dengan menlu Brasil di New York, segera dicari waktu bagi Dubes Toto untuk menyerahkan surat kepercayaan. Waktunya bersamaan dengan dubes lainnya, tetapi hingga saat ini belum terlaksana," kata Arrmanatha.

Pesawat Brasil Diancam Bom

Dia menambahkan, belum diketahui kapan Pemerintah Brasil akan menjadwalkan pemberian surat kepercayaan. Saat ini, Dubes Toto masih berada di Jakarta. Tetapi, Arrmanatha menegaskan, Pemerintah Brasil menjamin insiden penolakan surat kredensial itu tidak akan terulang.
Curi Helikopter, Sinterklas Jadi Buron Polisi

"Menlu Brasil memastikan kepada kami bahwa hal tersebut (penolakan surat kepercayaan) tidak akan terulang. Mereka akan terus memantau untuk menyampaikan kabar dan informasi ke menlu kami dan juga KBRI di Brasilia. Tapi, sampai saat ini, kami belum memperoleh informasi atau bahkan mendengar adanya penjadwalan ulang," kata diplomat yang pernah bertugas di Jenewa dan New York. 
Bendungan Brasil Jebol, Keluar Lumpur Beracun

Insiden penolakan surat kepercayaan yang disampaikan Toto kepada Rousseff sempat menjadi batu sandungan bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral. Rousseff ketika itu menolak surat kepercayaan yang dibawa Toto, karena kecewa terhadap pelaksanaan hukuman mati terhadap salah satu warganya, Marco Archer Cardoso. 

Ketika berada di New York pada awal bulan ini, Retno menjelaskan, di Brasil tidak dikenal hukuman mati. Sementara itu, Cardoso menjadi warga Brasil pertama yang dieksekusi mati di luar Tanah Airnya. 

"Tetapi, Brasil juga memahami mengenai hukum yang berlaku di Indonesia," kata Retno. 

Usai surat kepercayaan diberikan, Retno dan Menlu Mauro Luiz Lecker Vieira sepakat akan mengejar ketertinggalan mereka dalam hubungan bilateral.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya