Trump Kemplang Pajak, Ini Jawaban Calon Wakilnya

Wakil Presiden AS, Mike Pence (kiri), dan Presiden Donald Trump.
Sumber :
  • Reuters/Brendan McDermid

VIVA.co.id – Mike Pence, calon Wakil Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, membela Donald Trump mengenai laporan pajak yang dirilis surat kabar The New York Times, beberapa waktu lalu. Ia menyebut Trump hanya memanfaatkan aturan pajak yang ada agar bisnis propertinya yang sedang goyah tetap berjalan.

Bos Baru CIA Dituding Dukung Penyiksaan Waterboarding

"Laporan itu menunjukkan dia pernah berada dalam masa sulit sekitar 20 tahun lalu. Kita memiliki aturan pajak yang didesain untuk mendorong kewirausahaan," klaim Pence, dalam tayangan debat cawapres AS di Longwood University, Virginia, yang disiarkan Kabar Khusus tvOne, Rabu, 5 Oktober 2016.

Sementara rival Pence, Tim Kaine dari Partai Demokrat, mengecam Trump atas laporan tersebut. Ia pun mendesak Trump segera merilis keseluruhan laporan pajaknya ke hadapan publik AS.

Selesaikan Parade 2,4 Km, Trump Tiba di Gedung Putih

Melihat dalam keadaan terdesak, Pence mencoba mengalihkan isu dengan mengatakan bahwa Trump adalah pebisnis brilian dan telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

"Saya berjanji kalau Trump terpilih (menjadi Presiden AS) akan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru," ungkap Pence.

Trump Terpilih Jadi Presiden AS, Hillary Ucapkan Selamat

Dalam laporan pajak, taipan New York ini disebut mengalami kerugian besar senilai US$915 juta atau setara Rp11 triliun pada 1995.

Sesuai aturan perpajakan AS, seorang pengusaha dapat mengimbangi (offset) antara nilai profit dengan kerugiannya. Mengacu dari aturan inilah, Trump dapat menghindar membayar pajak selama 18 tahun.

Prediksi Trump menghindari pajak sudah diperkirakan sebelum debat dimulai. Tugas Pence cukup berat. Ia dituntut untuk dapat membangkitkan kembali semangat kubu Partai Republik dalam menghadapi Kaine. Pence juga harus mati-matian membela Trump terkait hukum pajak adalah keuntungan.

Wakil Presiden AS, Mike Pence (kiri), dan Presiden Donald Trump.

Wapres Amerika Mau ke Indonesia, Kasus Freeport Harus Muncul

Masalah kontrak kerja Freeport diperkirakan jadi isu pembahasan utama.

img_title
VIVA.co.id
15 Maret 2017