Saat Penangkapan, Polisi Mengaku Kakak Pemutilasi Ibu Hamil

Kusmayadi alias Agus, pemutilasi ibu hamil ditangkap
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id - Aparat Polda Metro Jaya menangkap Agus, tersangka pembunuh dan pemutilasi ibu hamil, Nur Astiyah (30 tahun) di Tangerang, di sebuah restoran masakan di Surabaya, kemarin. Saat menangkap, polisi menyaru sebagai kakak tersangka.

Makanan Ini Mampu Atasi Stretch Mark Usai Melahirkan

"Saya waktu itu di gudang belakang dengan dua pegawai lain. (Rumah makan) masih tutup. Tiba-tiba ada banyak orang dan ramai-ramai, saya ke depan," kata Yuni Ardiana, seorang pegawai restoran masakan Padang itu ditemui VIVA.co.id pada Kamis, 21 April 2016.

Polisi, kata Yuni, langsung memeluk Agus yang saat itu tengah duduk di meja makan paling ujung rumah makan, di dekat televisi. Tangannya langsung diikat dengan tali putih. Sambil menangis, tersangka dimintai keterangan sebentar, begitu juga dengan tiga pegawai rumah makan.

DNA Korban Mutilasi Diduga Anggota DPRD Dikirim ke Jakarta

"Mereka baru mengaku polisi ketika dia (Agus) mau dibawa pergi," ujarnya.

Yuni dan dua pegawai lain mengaku tidak mengenal tersangka Agus. Ia juga tak mengamati apakah Agus biasa makan di rumah makan ia bekerja beberapa hari sebelum ditangkap.

Agus, Pelaku Mutilasi Akan Jalani Tes Kejiwaan

"Tamu di sini banyak. Saya kira dia dan polisi yang datang tamu, tiba-tiba ramai-ramai," ujarnya.

Agus Hidayat, manajer pada rumah makan masakan Padang itu, membantah berita di beberapa media massa bahwa tersangka adalah bekas pegawainya. "Saya buka rumah makan ini setahun lalu, pegawainya tiga orang ini dan masih baru. Tidak tahu kalau sebelumnya, karena dulu ini rumah makan namanya Sederhana Bintaro, dikelola orang lain," katanya.

Rumah makan masih tutup

Yuni Ardiana, menceritakan juga bahwa waktu itu rumah makan masih tutup. Ia dan dua pegawai lain sedang beres-beres barang di gudang yang berada di belakang. Dia tahu Agus datang sendirian tapi didiamkan saja karena rumah makan belum buka.

"Dia (Agus) datang dan langsung duduk, belum pesan apa-apa karena kami masih persiapan buka. Kursi-kursi juga masih di atas meja, belum ditata," kata Yuni.

Tak lama kemudian, sekira delapan orang turun dari mobil dan langsung masuk. Yuni mengira itu juga tamu untuk makan. Karena belum buka, delapan orang yang ternyata polisi itu didiamkan pula.

Sebentar dimintai keterangan, Agus lalu dibawa pergi oleh delapan polisi yang dipimpin Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. "Ketika mau dibawa pergi baru polisi bilang kalau itu pembunuh yang mutilasi di Jakarta," ujar Yuni.

Nur Astiyah (30), wanita hamil tujuh bulan ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tangan dan kakinya dipotong di rumah kontrakan di Desa Telaga Sari, Cikupa, Tangerang, Rabu, 13 April 2016. Agus, diduga suami siri korban, menghilang dan kemudian ditangkap di Surabaya, kemarin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya